AKSI KONSERVASI HUTAN TROPIS SUMATRA (AKSIS) 2017 - KEHATI
Artikel

AKSI KONSERVASI HUTAN TROPIS SUMATRA (AKSIS) 2017

12 November 2017

Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan penutupan kawasan hutan yang sangat luas dan menyimpan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat berlimpah. Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia yang mampu menyerap berjuta-juta ton gas beracun dan menghasilkan oksigen yang sangat melimpah bagi kebutuhan semua makhluk hidup di bumi. Hal ini dapat terjadi karena Hutan Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar (mega biodiversity). Selain Indonesia negara tropis lain yang juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar adalah Brazilia, Zaire dan Meksiko.

Konservasi merupakan pengelolaan kehidupan alam yang dilakukan oleh manusia guna memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya secara berkelanjutan bagi generasi saat ini, serta memelihara potensinya guna menjamin aspirasi dan kebutuhan generasi yang akan datang. Konservasi bernilai sangat positif jika mampu diterapkan dalam pengelolaan alam dan lingkungan hidup. Konservasi mencakup kegiatan pengawetan, perlindungan, pemanfaatan yang berkelanjutan, pemulihan dan peningkatan kualitas alam dan lingkungan hidup.

Pengelolaan konservasi secara optimal dapat meningkatkan manfaat ekonomi sesuai kaidah konservasi. Kegiatan konservasi dan ekonomi keduanya bertujuan meningkatkan mutu kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Potensi nilai ekonomi konservasi, antara lain diperoleh dari wisata alam, pemanfaatan air, perdagangan karbon, pemanfaatan panas bumi, serta potensi tumbuhan dan satwa liar. Tingginya keanekaragaman hayati Indonesia juga menjadi potensi bioprospeksi atau sumber potensi masa depan yang bisa untuk kepentingan komersil.

Diketahui, jumlah penerimaan negara bukan pajak (PNPB) terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia memperoleh PNPB sebesar Rp 26,9 miliar sedangkan tahun 2015 sebesar Rp 136,8 miliar.

Tantangan besar dari Indonesia adalah menjaga sumberdaya alam sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sebagai penjaga konservasinya.  Perlu pelibatan masyarakat,  LSM, pemerintah  juga swasta dalam melakukan konservasi.

Program Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera)-Yayasan KEHATI merupakan sebuah skema pengalihan hutang untuk lingkungan (debt-for-nature-swap) yang dibuat oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk melestarikan kawasan hutan tropis di Sumatera yang tingkat deforestasinya sangat tinggi. Program ini menggunakan pendekatan bentang alam melalui intervensi yang terintegrasi di berbagai level, serta melibatkan mitra pelaksana di lapangan dalam jumlah yang cukup besar.

Pengadilan Rimba: Pementasan Teater Orang Utan Sumatera, 22 November 2017, Lapangan Merdeka-Medan.
Pengadilan Rimba: Pementasan Teater Orang Utan Sumatera, 22 November 2017, Lapangan Merdeka-Medan (silakan klik dan perbesar gambar di atas untuk melihat lebih detail)

Sejauh ini, upaya – upaya konservasi yang sudah dilakukan masih dihadapkan dengan fakta bahwa ancaman terhadap kelestarian hutan masih ada, spesies kunci masih tertekan, serta kesejahteraan masyarakat sekitar hutan masih rendah. Ironisnya, kerusakan sumberdaya hutan ternyata tidak berdampak dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di dalam dan sekitar hutan.

Salah satu upaya untuk menjaga kesejahteraan masyarakat adalah dengan menyediakan alternatif usaha ekonomi bagi masyarakat.  Masyarakat perlu mendapatkan manfaat ekonomi dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai tambah. Sumber-sumber ekonomi yang telah ada perlu ditingkatkan lagi efektivitasnya (misalnya perkebunan kopi, coklat, karet, cengkeh, pala, dsb)  sehingga masyarakat dapat memperoleh kehidupan yang layak, dan tidak berorientasi pada perambahan hutan untuk mendapatkan lahan garapan yang lebih luas. Pemanfaatan sumberdaya hutanpun harus dijaga dalam koridor pemanfaatan yang berkelanjutan.  Pemanfaatan jasa hutan untuk ekowisata misalnya, merupakan salah satu alternatif memanfaatkan jasa lingkungan tanpa harus mengeksploitasinya.  Keterampilan (skill) masyarakat juga harus ditingkatkan untuk menjadi masyarakat mandiri yang dapat hidup berdampingan selaras dengan kelestarian hutan.

TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI mendorong kegiatan yang terkait dengan pengembangan kapasitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dengan menyediakan berbagai pendampingan dan dukungan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejak dimulainya pada tahun 2010, program TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI telah mengintervensi 12 lansekap konservasi prioritas mulai dari Aceh hingga Lampung. Tidak kurang dari 35 lembaga mitra (LSM, NGO, Perguruan Tinggi) telah terlibat untuk mengimplementasikan program penguatan kebijakan pengelolaan kawasan, program perlindungan dan pengamanan kawasan, program penyelamatan spesies kunci serta program pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang berujung pada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

Selama  7 tahun perjalanan program ada beragam inisiatif, inovasi,  maupun produk yang dihasilkan mitra dan penerima manfaat (masyarakat).  Capaian ini ingin dibagikan sekaligus diperkenalkan kepada khalayak luas agar terjadi shared learning antar mitra, promosi produk kepada pasar, serta terbangunnya komunikasi dalam rangka mengintegrasikan inisiatif mitra TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI dengan rencana kerja Pemerintah ditingkat nasional maupun pemerintah daerah.

Talkshow: Potret Konservasi di Sumatera.
Talkshow: Potret Konservasi di Sumatera, 20-22 November 2017, Lapangan Merdeka-Medan (silakan klik dan perbesar gambar di atas untuk melihat lebih detail)

Sebagian besar program yang dijalankan mitra TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI mencakup kegiatan pengelolaan dan atau pelestarian hutan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan, diantaranya melalui pengembangan bisnis dan penguatan sistem micro-finance. Upaya mempertemukan masyarakat dengan pelaku bisnis, serta membangun pasar yang akan memperkuat masyarakat sekitar hutan menjadi hal yang harus segera diwujudkan dan dilakukan secara terintegrasi oleh para mitra TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI.

TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI menyadari banyak inisiatif dan praktek yang dilakukan oleh mitra di lapangan mampu menjawab permasalahan konservasi dewasa ini, diantaranya restorasi, penyelamatan spesies, penguatan ekonomi dan lain sebagainya. Menyikapi hal tersebut, diperlukan adanya event yang mempertemukan seluruh mitra pelaksana untuk dapat saling berbagi pengalaman, saling menginspirasi, serta memberikan saran, sehingga para mitra mampu meningkatkan kinerjanya. Event ini akan dikemas dalam bentuk EXPO dengan topik utama yaitu, Aksi Konservasi Hutan Tropis Sumatera. Event ini juga diharapkan menjadi media untuk mempromosikan produk dampingan mitra, serta upaya untuk meraih dukungan dari pemerintah maupun swasta.

Expo ini menjadi penting karena dapat dimanfaatkan untuk berbagi informasi baik kegagalan maupun keberhasilan program, berfungsi sebagai wadah untuk mewujudkan sinergi diantara para pelaku konservasi kehutanan di Indonesia, khususnya di Sumatera. Selain itu, event ini juga berfungsi sebagai ajang bisnis untuk meningkatkan potensi dan membangun jejaring pasar produk-produk masyarakat dampingan para mitra TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI.

Expo ini sangat penting untuk dilaksanakan karena dapat memperluas jejaring para pelaku konservasi, menyebarluaskan gaung konservasi, serta keterkaitannya dengan bisnis dan ekonomi. Selain itu, para masyarakat dampingan mitra TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI akan berkesempatan untuk memasarkan produk mereka, mendapatkan peluang membangun kerjasama bisnis, serta memperkenalkan produk mereka.

Posisi Sumatera sangat strategis mengangkat topik secara nasional, karena banyak pembelajaran program konservasi di Sumatera yang dapat dijadikan rujukan nasional, seperti penanganan konflik satwa, restorasi hutan tropis, dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut ;

  1. Mempertemukan para pelaksana program konservasi di 13 lansekap prioritas TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI sebagai proses sharing pembelajaran, saling menginspirasi dan saling memperkuat satu sama lain;
  2. Mengetahui perkembangan inisiatif dan capaian serta mengidentifikasi kendala dan alternatif solusi yang dihadapi mitra TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI;
  3. Menginformasikan dan mengkomunikasikan hasil-hasil best practices yang dilakasanakan oleh mitra TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI kepada seluruh masyarakat;
  4. Membangun spirit bersama stakeholders agar upaya konservasi tetap dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, baik di tingkat nasional maupun global;
  5. Sebagai media untuk mempertemukan pelaku bisnis yang terkait langsung dengan produk masyarakat dampingan mitra TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI, serta mengidentifikasi peluang pasar komoditi, peluang kerjasama bisnis lainnya.

Seluruh rangkaian kegiatan akan dilaksanakan pada;

Hari/Tanggal  : Senin – Rabu, 20 – 22 November 2017

Waktu              : Pukul 08.00 WIB s/d selesai

Tempat            : Lapangan Merdeka, Sumatera Utara

Lomba Foto Konservasi Alam dengan tema "Pesona Hutan Tropis dan Satwa Kharismatik Sumatera"
Lomba Foto Konservasi Alam dengan tema “Pesona Hutan Tropis dan Satwa Kharismatik Sumatera” (silakan klik dan perbesar gambar di atas untuk melihat lebih detail)

RANGKAIAN  KEGIATAN:

  1. DIALOG NASIONAL (Keynote Speaker ; Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan)
  2. TALKSHOW I ; POTRET KONSERVASI SUMATERA
  3. TALKSHOW II ; KEBERLANJUTAN PENDANAAN PROGRAM KONSERVASI
  4. SEMINAR/WORKSHOP PEMBELAJARAN DARI MITRA TFCA-SUMATERA-YAYASAN KEHATI
  5. TEMU BISNIS ; Kemitraan Masyarakat-Swasta-Pemerintah
  6. LAUNCHING BUKU (3 Buku Pembelajaran dari Mitra TFCA-Sumatera-Yayasan KEHATI)
  7. PAMERAN
  8. PENANAMAN POHON SERENTAK DI 2 (Dua) PROVINSI (SUMATERA)
  9. PELATIHAN – PELATIHAN (Kewirausahaan Sosial, Pengelolaan Jasa Lingkungan, dan lain-lain)
  10. WARUNG KOPI (stand umum)
  11. 10.000 tanda tangan untuk dukungan gerakan menanam pohon
  12. PHOTO BOOTH
  13. LOMBA PHOTO JURNALISTIK LINGKUNGAN DAN PAMERAN FOTO
  14. LOMBA MENGGAMBAR DAN MEWARNAI
  15. MASKOT 4 SPESIES KHARISMATIK BERNUANSAKAN ETNIK LOKAL

Expo ini ditargetkan untuk dihadiri oleh minimal 1.000 orang, terdiri dari; masyarakat, lembaga mitra TFCA Sumatera-Yayasan KEHATI, Kementerian LHK dan UPT di daerah, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, pelaku usaha kehutanan, eksportir hasil bumi, industri bidang pengolahan hasil bumi, lembaga keuangan/perbankan, dan lainnya.

  • Artikel
  • AKSI KONSERVASI HUTAN TROPIS SUMATRA (AKSIS) 2017
dukung kehati