Bersama Memerangi Sampah Laut - KEHATI
Artikel

Bersama Memerangi Sampah Laut

15 September 2019

Divers Clean Action (DCA) adalah sebuah Non Government Organization (Lembaga Non Pemerintah) yang berfokus pada isu sampah laut. Sejak 2015, DCA telah melakukan riset data sampah laut dengan berbagai mitra universitas dan akademisi, menjadi fasilitator pengembangan masyarakat pesisir, berkolaborasi program lingkungan dengan institusi selam dan pihak swasta, serta berkampanye dan melakukan pelatihan dengan lebih dari 1.000 relawan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Berawal dari komunitas penyelam dan pecinta dunia bahari, DCA muncul atas keprihatinan akan semakin gentingnya permasalahan sampah laut di Indonesia. Laut sangatlah penting karena merupakan sumber oksigen, makanan, air, obat-obatan, wisata, juga banyak hal lainnya dan kehadiran sampah laut akan merusak semua itu.

Dua tahun sejak berdirinya, pada tahun 2017, DCA resmi terdaftar menjadi Lembaga Non Pemerintah berbentuk yayasan atas nama Yayasan Penyelam Lestari Indonesia. Saat ini DCA memiliki 10 karyawan penuh waktu yang bekerja dalam yayasan, dan untuk beberapa program DCA membuka kesempatan untuk menjadi relawan. Semua orang bisa menjadi relawan di DCA asalkan mau berkomitmen dan memiliki visi yang sama yaitu memerangi sampah untuk laut berkelanjutan.

Proyek yang sedang berlangsung ada di beberapa pulau di Kepulauan Seribu, di mana DCA berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat lokal, dan pihak swasta untuk meminimalisir persentase sampah yang tidak dikelola dengan baik juga memberikan serta memonitor alat untuk melakukan pemilahan sampah.

DCA juga melakukan pengembangan masyarakat dengan memberdayakan komunitas lokal seperti anak usia sekolah, karang taruna, ibu-ibu katering dan bank sampah, serta kelompok sadar wisata. Selain itu, DCA memiliki mitra di seluruh provinsi Indonesia dan juga 11 negara Asia Tenggara yang telah diberikan pelatihan untuk memerangi masalah sampah laut di area masing-masing.

DCA melakukan kegiatan dengan dua cara, program rutin dan juga insidentil. Secara umum kegiatan DCA terbagi atas Research & Cleanup, Campaign & Workshop, Community Development, dan CSR/ EPR Collaborator. Secara rutin DCA mengambil data dan membina komunitas di pulau kecil, serta memonitor mitra di setiap daerah, juga melakukan kegiatan khusus seperti kampanye di sekolah, meningkatkan kesadaran masyarakat di pameran, berkolaborasi dengan organisasi/ komunitas lain, serta mengadakan pelatihan/lokakarya.

DCA telah meyakinkan perusahaan swasta untuk turut terlibat dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai dari sumbernya, seperti program #NoStrawMovement yang telah dimulai sejak 2016. DCA juga turut berkontribusi dalam pengelolaan sampah di pulau kecil dengan melibatkan pemerintahan daerah dan sektor swasta dalam mengelola sampah plastik menjadi produk fashion dunia melalui program #Bottle2Fashion.

Mengingat solusi untuk permasalahan sampah laut dibutuhkan kolaborasi dari multipihak, DCA bersama Yayasan KEHATI juga menginisiasi diadakannya focus group discussion yang dilakukan secara rutin untuk memonitor perkembangan pengelolaan sampah di Kepulauan Seribu, di bawah program SOSIS yang turut didukung secara pendanaan oleh USAID MWRP. Untuk program SOSIS sendiri, DCA membangun kontribusi pengurangan dan pengelolaan sampah dari sektor pariwisata bahari, untuk turut meningkatkan kapasitas daur ulang sampah dan mengurangi sampah menggunakan program Eco-Trip, Zero Waste Catering dan Mooring Buoy yang memanfaatkan barang bekas/ sampah.

Hasil riset DCA juga turut digunakan sebagai referensi Jakstrada Pengelolaan Sampah di Kepulauan Seribu dalam mewujudkan Kepulauan Seribu yang bersih di tahun 2025. Bersama relawan yang tersebar di daerah, DCA telah menjadi wadah untuk lebih dari 14 komunitas pemuda baru yang turut menjadi solusi dalam pengelolaan sampah di daerah pesisir dan pulau kecil yang terus mengembangkan dampak ke lebih dari 11.000 penerima manfaat melalui program Indonesian Youth Marine Debris Summit.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan DCA adalah adanya database persampahan di pesisir dan pulau kecil yang dinaungi oleh www.marinedebris.id. Situs web ini dapat digunakan untuk mempromosikan scientific citizenship sembari turut mengumpulkan data untuk LIPI. Selain itu melalui program SOSIS, diharapkan menjadi program percontohan bagi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi di pulau kecil untuk kemudian dapat diduplikasikan ke ribuan pulau-pulau penduduk lainnya di Indonesia.

Jumlah pemuda yang menjadi motor pergerakan solusi permasalahan sampah laut harus terus ditingkatkan untuk memastikan laut Indonesia yang bersih.

  • Artikel
  • Bersama Memerangi Sampah Laut
dukung kehati