Biodiversity Warriors Ajak Anak Muda Jadi Penyelamat Keanekaragaman Hayati - KEHATI
Siaran Pers

Biodiversity Warriors Ajak Anak Muda Jadi Penyelamat Keanekaragaman Hayati

18 Oktober 2017

Nggak salah kalau Indonesia disebut negara yang kaya. Suku, budaya, hingga keanekaragaman hayati tumpah ruah di bumi pertiwi ini. Sayang, kekayaan itu kurang mendapat perhatian kita.

Demi menjaga aset tersebut, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) mendirikan Biodiversity Warriors (BW) pada 18 Juni 2014 silam. Komunitas itu ingin mengajak anak muda menjadi kesatria penyelamat dan mampu memopulerkan keanekaragaman hayati ke seluruh Indonesia melalui website biodiversitywarriors.org.

Di website itu, siapa pun bisa menginformasikan keanekaragaman hayati Indonesia dengan cara mengunggah foto, video, artikel, maupun katalog. Nanti mereka yang memiliki minimal 1.000 poin berkesempatan diseleksi untuk mengikuti beragam kegiatan BW. Yakni, Capture Nature, Small Grant Project (SGP), BW Go to School (BWGTS), dan BW Journey.

’’That’s why merupakan organisasi yang anak muda banget. Selain internet based, kami memfasilitasi kalian yang punya rasa penasaran tinggi,’’ ujar Abay, sapaan Ahmad Baihaqi, education & outreach officer Yayasan KEHATI.

Hingga kini, telah terkumpul ratusan jurnal, foto, video dan katalog mengenai keanekaragaman hayati yang dikirim ribuan anak muda se-Indonesia. ’’Awalnya, kami merasa miris karena banyak sekali rakyat Indonesia yang belum mengetahui sisi keunikan dari keanekaragaman hayati di Indonesia. Buktinya, masih sering terjadi perburuan satwa liar di perkotaan hingga di hutan belantara,’’ jelas Abay.

Berangkat dari itu, akhirnya BW mengajak anak muda untuk berpartisipasi. Tentu, langkah mereka nggak mudah. ’’Tantangan utamanya adalah mengajak anak muda bergabung bersama BW dan berpartisipasi aktif lewat tulisan. Mayoritas warrior hanya diisi mereka yang kuliah di jurusan biologi dan kehutanan. Padahal, jika berbicara tentang konservasi keanekaragaman hayati, menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati bukan hanya tanggung jawab segelintir orang, tapi juga tanggung jawab kita semua,’’ paparnya.

Untuk mengatasinya, para warrior diminta mengajak anak muda dari berbagai latar belakang untuk memopulerkan dan melestarikan keanekaragaman hayati melalui cara dan gaya yang sesuai dengan latar belakang mereka. Upaya tersebut dilakukan dengan menyebarluaskan kegiatan BW melalui website dan media social, seperti Facebook (FB), Twitter, dan Instagram.

’’Karena anak muda nggak pernah lepas dari medsos, kami melakukan promosi besar-besaran di sana. Selain itu, kami mengunjungi sekolah dan universitas untuk mengenalkan BW dan mengajak mereka menginformasikan keanekaragaman hayati di tempat mereka via website,’’ kata Abay.

Informasi yang terkumpul via website tersebut akan disalurkan kepada pembuat kebijakan, organisasi lingkungan, dan lembaga penelitian. Selain itu, para BW akan dididik menjadi citizen scientist agar informasi yang dihasilkan dan dibagikan bernilai ilmiah. Bahkan, BW pernah menemukan spesies yang cukup unik dan jarang di kegiatan Capture Nature.

’’Kami menjumpai dan mendokumentasikan burung tikusan kerdil (Porzana pusilla), burung migran pemalu yang berasal dari Siberia, di Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA), Jakarta Utara. Keren kan,’’ ujar Abay bangga. (raf/c22/dr).

Artikel ini dimuat di Harian Jawa Pos, Edisi Sabtu, 22 Juli 2017 rubrik Zetizen.

  • Siaran Pers
  • Biodiversity Warriors Ajak Anak Muda Jadi Penyelamat Keanekaragaman Hayati
dukung kehati