Hari Badak Internasional - KEHATI

Hari Badak Internasional

01 November 2016

badak3

Harapan, di dalam namanya ada doa dan asa kelestarian Badak Sumatra.  Nama itu adalah satu dari tiga Badak Sumatra yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat pada 2007. Ada harapan besar padanya untuk menjadi penerus kelestarian badak Sumatera. Lantaran Harapan akan kembali ke Indonesia Oktober 2015.

 

Dua kakak Harapan, yaitu Andalas dan Suci, secara berurutan lahir pada 2001 dan 2004 di kebun binatang yang sama. Andalas telah lebih dulu kembali ke Suaka Badak Sumatera (Sumatran Rhino Sanctuary/SRS). Andalas sendiri telah memiliki anak hasil perkawinan dengan Ratu bernama Andatu. Sedangkan saudara perempuan Harapan, Suci telah mati.

 

Mengutip dari laman resmi Cincinnati Zoo, Harapan lahir dari pasangan Emi dan Ipuh.  Satu tahun setelah kelahirannya, Harapan pindah ke Pusat Konservasi White Oak di Yulee, Florida, lalu ke Kebun Binatang Los Angeles, California. Kemudian pada Juli 2013, ia kembalilagi ke Cincinnati.

 

Dua tahun terakhir, badak yang tahun 2015 ini berumur 8 tahun dalam keadaan tidak fit-yang diduga karena pengaruh makanan yang berbeda dengan di habitat aslinya. Melihat usianya, Harapan sudah masuk dalam kategori matang kelamin dan siap untuk dikawinkan. Pasangan potensial badak berbulu ini hanya ada di SRS, sebuah fasilitas pengembangbiakan badak semi alami di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Suaka ini merupakan tempat konservasi yang sesuai habitat aslinya satu-satunya di Indonesia. Suaka ini berupa hutan alam seluas 100 hektar, yang terbagi menjadi 10 petak dan dikelilingi oleh pagar beraliran listrik. Pagar listrik digunakan untuk mengamankan badak di dalam kawasan dan mencegah gangguan satwa liar dari luar.

 

Suaka Rhino Sumatera adalah sebenar-benar harapan bagi Harapan. Lantaran di dalamnya tinggal saudara tua Harapan yaitu Andalas yang tahun 2012 lalu menjadi seorang ayah dari Andatu. Di tempat itu pula ada tiga betina potensial sebagai pasangan Harapan yang bernama Ratu, Rosa dan Bina. Pada kepulangan yang direncanakan bulan Oktober nanti, Harapandijadwalkan untuk bertemu trio badak betina tersebut.

 

Saat ini, selain Harapan dan Andalas, ada tujuh badak Sumatera lain yang hidup di penangkaran seluruh dunia. Bila dihitung dengan badak yang hidup di alam liar, populasi spesies itu kurang dari 100 ekor. Harapan masih beruntung mudik dalam keadaan utuh. Kondisinya tak semengenaskan nasib saudara jauhnya dari Afrika Selatan bernama Hope. Pada awal Juni 2015 lalu, Hope ditemukan dalam muka separuh berlubang akibat perburuan untuk diambil culanya. Hope kini sudah dalam penangkaran untuk proses penyembuhan.

 

Kisah Harapan dan Hope adalah nukilan nasib hewan mamalia yang terancam punah di seluruh dunia. Pada 22 September nanti, para binatang bercula ini akan merayakan hari Badak Internasional yang tahun ini mengambil tema “Five Rhino Species Forever”. Tema itu mewakili lima spesies yang kini masih tersisa di dua benua ini yaitu Afrika dan Asia. Dari Afrika ada Badak Hitam dan Badak Putih. Adapun Asia diwakili oleh Badak Jawa, Badak Sumatra dan Badak India. continue reading

  • Hari Badak Internasional
dukung kehati