Publication
Praktek-praktek dan Inovasi Konservasi Keanekaragaman Hayati dalam Adaptasi Perubahan Iklim di Ekosistem Hutan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil serta Pertanian di Indonesia
Dunia diciptakan beserta isinya yang masing-masing mempunyai peran di bumi ini, termasuk keanekaragaman hayati. Ketika dunia disibukkan dengan pencarian teknologi modern untuk beradaptasi dengan perubahan iklim, keanekaragaman hayati pun mempunyai kemampuan untuk mendukung kehidupan manusia di tengah iklim yang berubah tersebut.
Investors Urged to Consider Responsible Investment as Part of the Solution to the Crisis
(Jakarta, 9 January 2009) Investors will meet today at the Indonesia Stock Exchange to discuss the UN-backed Principles for Responsible Investment (PRI), and how these Principles can assist investors in managing emerging Environment, Social and corporate Governance (ESG) issues.
Masyarakat Arfak dan Konsep Konservasi: Igya Ser Hanjop
Tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam, khususnya hutan, nampaknya paralel dengan pertumbuhan kapital (isme), karena sumber daya alam menjadi salah satu pemasok utama bagi kepentingan bahan baku industri.
“Igya Ser Hanjob” Berdiri Menjaga Kedaulatan Cagar Alam Pegunungan Arfak
Cagar Alam Pegunungan Arfak di Manokwari Papua, terletak di daerah Kepala Burung, 25 km dari manokwari kea rah Tenggara. Cagar alam seluas 68.325 ha ini berada di ketinggian antara 15 m hingga lebi 1000 m dpl. Di Pegunungan Arfak ini hidup 4 suku asli, Hatam, Molue, Sough dan Meyakh yang tersebar di 25 Desa.
Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam Konsevasi SDA
Penerapan teknologi tepat guna dapat membantu kegiatan konservasi SD hayati bila diarahkan untuk membantu masyarakat meringankan pekerjaannya atau memberi manfaat langsung bagi kehidupannya. Yayasan KEHATI berupaya menggabungkan penerapan teknologi tepat guna dengan aktivitas pelestarian dan pemanfaatan lestari sumberdaya lokal dan mengemasnya dalam program pemberdayaan masyarakat.








