Ekowisata Untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati - KEHATI
Artikel

Ekowisata Untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati

12 Juli 2013

Sebelum kondisi semakin parah, Indonesia yang memiliki potensi yang besar dalam hal keanekaragaman hayati harus melakukan sesuatu. Endang melihat salah satu upaya konservasi yang dirasa mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal adalah ekowisata. Tempat-tempat seperti Cibodas, Pulau Komodo, Gunung Leuser, Tanjung Puting, atau Siberut sebenarnya memiliki keindahan alam yang bisa ditawarkan bagi pengunjung. Nilai lebih yang lain adalah adanya satwa-satwa endemik seperti gajah dan harimau di Gunung Leuser, Orang Utan di Tanjung Puting, dan Komodo di Pulau Komodo.
 
Namun, potensi ini justru digunakan oleh orang-orang asing. “Yang mengelola kapal pesiar yang datang ke Pulau Komodo itu bukan orang Indonesia. Orang Indonesia hanya mendapat uang dari karcis masuk saja,” kata Endang. Karena datang dengan kapal pesiar, para pengunjung banyak yang menghabiskan waktu di kapal, sehingga masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk menjajakan makanan atau hasil kerajinannya. Kondisi ini sangat disayangkan, apalagi iklim politik dan investasi di Indonesia masih belum pro terhadap keanekaragaman hayati dan pemanfaatannya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
 
Oleh karena itu, ekowisata sebenarnya bisa menjadi salah satu jalan keluar. Di dunia, ekowisata sudah menjadi semacam trend. Sebuah bentuk wisata yang bertanggung jawab. Baik pengelola maupun pengunjungnya sama-sama memiliki kesadaran bahwa wisata yang dilakukan dalam kerangka konservasi. Bentuk ekowisata juga lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat sehingga memberikan manfaat ekonomi.
 
Saat ini Yayasan KEHATI sudah menjalankan program pendampingan dan pengembangan ekowisata di tiga tempat, yaitu Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, Pulau Maratua di Kalimantan Timur, dan di Pulau Sangihe di Sulawesi Utara. Kegiatan yang masih berjalan ini sudah mulai memberikan dampak. Di Pulau Maratua misalnya, sebanyak 4 desa sudah sepakat untuk bergabung melakukan pengelolaan ekowisata ini dan membentuk Perseroan Terbatas (PT). Sedangkan di Pulau Sangihe, pemerintah daerahnya sudah memberikan respon positif.

  • Artikel
  • Ekowisata Untuk Melestarikan Keanekaragaman Hayati
dukung kehati