| Detil data Clitoria ternatea Linn. |
[Print | Back] |
|
| Clitoria ternatea Linn. |
| Butterfly pea, ordofan pea, blue pea, Asian pigeon-wings |
| Bunga biru, bunga telang |
| Terna memanjat, melata atau tak beraturan dengan rimpang berkayu. Batang lampai dengan panjang 0.5-3 m, berbulu atau gundul, kadang-kadang pangkalnya agak tegak. Daun menyirip dengan 5-7 helai, berbentuk menjorong, lonjong, lonjong-melanset atau hampir membundar, permukaan daun bagian atasnya gundul, sedangkan permukaan bawahnya berbulu. Bunga di ketiak, tunggal atau berpasangan, berwarna putih atau putih kehijauan seringkali dengan pinggiran biru atau seluruhnya biru seringkali daerah dasar tengah berwarna kuning atau kehijauan, berbulu tebal, tepinya kadang-kadang bersilia. Polong berbentuk memita-lonjong, gundul atau dengan campuran rambut panjang melekap dan rambut yang sangat pendek. Biji berjumlah 8-10, menjorong, lonjong atau lonjong-mengginjal, berwarna hijau zaitun, coklat muda atau coklat kemerahan tua dengan loreng gelap atau hampir gelap. |
| Asal yang sebenarnya tidak diketahui, namun tumbuh meliar di dataran rendah tropika lembab di Asia Tenggara termasuk Indonesia. |
| Kembang telang adalah tumbuhan tropika dataran rendah lembab dan agak lembab, tetapi toleran terhadap musim kering di daerah tropika (dengan curah hujan 500-900 mm). Kacang ini tumbuh di padang rumput, daerah berhutan terbuka, semak, vegetasi sungai, dan tempat-tempat terganggu. Pertumbuhan kembang telang terbaik dibawah sinar matahari penuh. Kebutuhan curah hujan tahunan untuk dapat bertahan mungkin serendah-rendahnya 400 mm, tetapi memerlukan sekitar 1500 mm (atau dengan tambahan irigasi) untuk mendapatkan produksi terbaik. Rentang ketinggian antara 0-1600(-1800) m dan cakupan suhu rata-rata tahunan 19-28 ° C. Kembang telang mempunyai kemampuan adaptasi terhadap lahan asam hingga basa (pH 5.5-8.9), tetapi menyukai lahan subur dan akan tumbuh dengan kurang baik pada lahan berpasir gersang jika tidak diberi pupuk. Jenis Ini merupakan salah satu kacang polong herba yang dengan baik dapat menyesuaikan diri pada tanah liat tinggi di daerah lembab, sedang, hingga semi-kering tropis dan tumbuh pada padang rumput dengan paduan irigasi, tetapi tidak dapat bertahan dengan penggenangan atau kekeringan tinggi. |
| Perbanyakan kembang telang dengan biji dan tumbuhan ini dapat menyebarkan bijinya sendiri dan tersebar di bawah kondisi-kondisi baik yang dilepaskan dengan penuh kekuatan dari polong kering. Biji juga disebarkan oleh kotoran lembu. Secara normal ditaburkan pada awal sampai pertengahan musim basah dengan kerapatan ( 1-) 3 - 5 kg/ha di atas guludan yang telah disiapkan dengan penempatan biji pada kedalaman 1.5-4 cm. Jumlah biji yang tinggi (5-8 kg/ha) mungkin diperlukan ketika ditaburkan di padang rumput yang kondisinya belum sempurna. Jumlah yang tepat sekitar 10 kg/ha untuk biji yang ditabur pada lahan setelah pembakaran atau padang penggembalaan, tetapi keberhasilan sangat tergantung pada kondisi musim setelah penanaman. Biji yang dipanen dengan tangan sering berbiji keras dan diperlukan perlakukan sebelum penaburan. Perlakuan secara mekanis, air panas, cuka atau belerang dapat digunakan untuk memecahkan dormansi. Biji yang dipanen dengan mesin atau biji yang diirik biasanya dapat langsung ditaburkan pada musim basah berikutnya tanpa diperlukan perlakuan lebih lanjut. Inokulasi kembang telang dengan rhizobium tidaklah diperlukan, tetapi bila diperlukan, dapat digunakan dari inoculum kacang tunggak. |
| Kembang telang telah mempunyai suatu reputasi sebagai tanaman untuk makanan hewan yang potensial, rumput kering atau penutup tanaman. Hal tersebut telah secara ekstensif diuji, terutama di daerah tropika agak lembab hingga ke tropika yang agak kering. Kacang ini belum pernah digunakan di area luas, walaupun digunakan oleh para petani penggarap. Tanaman ini digunakan sebagai penutup perkebunan kelapa dan pada perkebunan karet di Malaysia. Tanaman ini secara luas ditanam sebagai tanaman hias pada pagar dan tralis karena warna bunganya yang biru atau bunga putih sangat mengesankan, dan ditanam juga untuk pewarna dan pengobatan. Kembang telang telah dipertimbangkan suatu makanan hewan yang menjanjikan dan telah dievaluasi di seluruh Australia, Afrika, Amerika Tengah dan Amerika Selatan serta Asia Tenggara. Kacang ini mungkin mempunyai aplikasi lebih luas untuk sistem petani penggarap di Asia Tenggara. Ketahanannya terhadap kekeringan dan kemampuannya beradaptasi pada lahan tanah liat berat, dan palatabilitas dan kualitasnya sebagai makanan hewan, disarankan kacang ini dapat digunakan untuk meningkatkan perluasan padang rumput alami di daerah tropika subhumid hingga semi-arid, hal ini akan memberi pengaturan penggembalaan. Clitoria ternatea mengandung finotin, isolasi protein tanaman ini dengan kekayaan biosidal mampu melawan hama serangga, cendawan dan bakteri. |
| Clitoria zanzibarensis Vatke , Clitoria tanganicensis Micheli, Clitoria mearnsii De Wild. |
| 4: Forages p.94-97 (author(s): Staples, I. B) |
| Kacang-kacangan |
|
|