Nama Inggris : Toddy palm, Wine palm, Palmyra palm.
Nama Indonesia : Lontar
Nama Lokal : Lontar, tal, Siwalan (Jawa), Siwalan (Sumatera), tala (Sulawesi).
Deskripsi : Palem yang mempunyai batang tunggal, dapat mencapai tinggi 30 m ini berbatang kasap, agak kehitam-hitaman, dengan penebalan sisa pelepah daun di bagian bawah. Tajuknya rimbun dan membulat, daun-daun tuanya terkulai tetapi tetap melekat di ujung batang. Pelepah pendek, agak jingga, bercelah dipangkal, berijuk. Pelepah dan tangkai daun tepinya berduri hitam tidak teratur. Daun seperti kipas, bundar, kaku, bercangap menjari, hijau keabu-abuan. Perbungaan berumah dua, menerobos celah pelepah, menggantung. Bunga betinanya kadang-kadang bercabang sedang bunga jantan bercabang banyak. Bunga berwama putih susu, berkelompok, tertanam pada tongkolnya. Buah agak bulat, bergaris tengah 7 - 20 cm, ungu tua sampai hitam, pucuknya kekuningan. Buah berisi 3 bakal biji. Daging buah muda warna putih kaca/transparan, daging buah dewasa/tua warna kuning kemudian berubah menjadi serabut.
Distribusi/Penyebaran : Penyebarannya luas, di tempat-tempat yang kering seperti di India, Thailand, Jawa Timur, Indonesia timur dan pulau-pulau di Pasifik.
Habitat : Tumbuh di dataran rendah dan daerah pantai sampai pegunungan (0 - 800 m dpl.), suhu optimum untuk pertumbuhan ± 30 derajat Celcius, mudah beradaptasi di daerah kering, curah hujan 500 - 5000 mm per tahun.
Perbanyakan : Perbanyakan lontar adalah melalui bijinya, sama halnya seperti kelapa atau dengan anakan yang tumbuh di bawah pohon induknya, pada lontar yang berbentuk terlebih dulu adalah akarnya. Di Indonesia, luas penanaman sekitar 15000 hektar terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Madura. Selain itu ada juga kebun lontar di Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Irian Jaya tetapi tidak diketahui dengan pasti luasnya.
Manfaat tumbuhan : Bagian atas batang yang lunak yang mengandung banyak pati, dapat dipanen dan dimakan pada saat kekurangan makanan (paceklik); sedangkan setinggi 10 m dari bagian paling bawah batang merupakan bagian kayu yang keras dan kuat, bagus untuk konstruksi gedung dan jembatan. Bagian yang agak lunak di bagian tengah dapat dibelah menjadi papan.Semai di dalam tanah dan menyerupai umbi kadang-kadang dimanfaatkan sebagai sayuran yang mengandung pati, dimakan setelah dimasak atau dalam bentuk segar (sedikit mengandung racun). Produk utamanya adalah sari buah yang diambil dari sadapan perbungaannya, yang bisa diminum secara langsung atau diproses menjadi gula atau mengalami fermentasi lebih dulu selama beberapa jam untuk menjadi toddy. Anggur palem ringan ini dengan kandungan 5—6% alkohol, akhirnya bisa berubah menjadi etanol sulingan (arak) atau cuka. Sedangkan daun maupun bagian lain dari pohon ini dimanfaatkan masyarakat untuk membuat kerajinan yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Daunnya dahulu digunakan untuk menulis surat, tetapi sampai kini masih tetap digunakan sebagai atap lalang dan awet, paling tidak dapat bertahan selama 2 tahun. Selain itu digunakan juga sebagai keranjang basket, sikat dan ember; serabut dari daun mudanya dapat ditenun menjadi anyaman yang bagus. Tangkai daunnya seringkali digunakan sebagai batang pagar atau kayu bakar dan dapat diurai menjadi serabut yang dapat digunakan untuk tenunan dan tikar. Kayu dan daun juga digunakan sebagai bahan bakar. Mesokarp buah muda dapat dimasak sebagai gulai. Buah masak dengan daging buah berwarna kuning juga enak dimakan. Endosperma yang muda dan padat atau berpulut dari biji juga dapat dimakan secara segar atau dicampur dengan sirup. Ketika masih muda daging bijinya masih lembut dan dapat dimakan. Gula yang dihasilkan oleh pohon lontar dipakai untuk pewarna coklat pada makanan. Selain itu gula tersebut dipakai juga untuk nyareni (memperkuat warna alami). Ketika masih muda daging bijinya masih lembut dan dapat dimakan. Pohon Lontar juga merupakan sumber karbohidrat.
Sinonim : Borassus flabelliformis L.
Sumber Prosea : 9: Plants yielding non-seed carbohydrates p.59-63 (author(s): Flach, M; Paisooksantivatana, Y)