Nama Inggris : Cassava, tapioka, Brazillian arrow root.
Nama Indonesia : Singkong
Nama Lokal : Ubi Kayu, singkong (Sunda), ketela pohon, telo (Jawa).
Deskripsi : Perdu yang tidak bercabang atau kadang bercabang dua, tinggi bisa mencapai 4 m, bergetah putih dan mengandung sianida pada konsentrasi yang berbeda-beda. Umbi akar besar, memanjang dengan kulit berwarna coklat suram. Batang berkayu dengan tanda berkas daun yang tampak dengan jelas. Daun tungal tersusun secara spiral, panjang tangkai daun 5-30 cm, helaian daun rata sampai terbagi 3 - 10 sampai pangkal daunnya. Perbungaan dalam tandan di ujung batang dengan panjang 3-10 cm. Buah bulat telur bersayap 6 dengan diameter 1-1,5 cm, terdapat n 3 biji di dalamnya.
Distribusi/Penyebaran : Berasal dari Amerika, pada tahun 1810 masuk ke Indonesia dibawa oleh orang-orang Portugis. Sekarang tumbuhan ini sudah tersebar di seluruh kepulauan Indonesia
Habitat : Dapat tumbuh sampai dengan ketinggian 1500 m dpl. Suhu optimum 20-30oC, dengan curah hujan 5000 – 6000 mm pertahun, pH tanah yang disukai 5,5-7,5.
Perbanyakan : Perbanyakan dilakukan dengan stek batang, bisa dilakukan dari biji tapi sangat jarang dilakukan.
Manfaat tumbuhan : 65% ubinya digunakan untuk bahan pangan manusia, 20% pakan ternak dan 15% sebagai bahan baku industri. Sebagai bahan pangan manusia, akarnya setelah dikupas dipotong dan kemudian direbus, dikukus, dibakar atau digoreng. Di Asia Tenggara, penggunaan ketelah pohon sangat berbeda pada setiap negara. Di Thailand, pemanfaatan untuk manusia tidak penting. 95% dieksport terutama sebagai bahan pakan ternak ke negera-negara di Eropa. Sisanya digunakan sebagai bahan makanan manusia. Di Indonesia 60% merupakan bahan pangan manusia, 25% segar dan 35% dikeringkan, 25% lainnya digunakan untuk produksi tepung, yang umumnya digunakan untuk bahan makanan manusia seperti kerupuk, kue dan makanan kecil lainnya. 15% sisanya diekspor. Di Malaysia, penggunaan tepungnya untuk industri 90%, dan sisanya 10% digunakan untuk pakan ternak. Tepung dan monosodium glutamat merupakan produksi industri tradisional. Dengan peningkatan teknologi industri ketelah pohon, produk lain seperti alkohol, gula pemanis berdasarkan tepung seperti glukosa dan fruktosa menjadi lebih penting. daun ketelah pohon digunakan untuk sayur dan juga pakan ternak. Proses fermentasi dari umbi dapat dihasilkan gula.