• biodiversity day
  • hari bumi 2016
  • hari air 01
  • gajah 04
  • Harapan
  • Biodiversity Day, 22 mei 2016
  • Hari Bumi 22 April 2016
  • Hari Air sedunia - 22 Maret 2016
  • World Wildlife Day 3 Maret 2016

Factsheet

  • Botanical Garden
  • Coastal Green Belts Corridor
  • Conserving Bamboo
  • Ecotourism In Indonesia
  • local food diversification
  • TFCA Kalimantan
  • TFCA Sumatera
  • GCI

Indeks SRI KEHATI

Indeks Kehati

Today

Source: Bursa Efek Indonesia

Donate

DONASI KE KEHATI

Donasi ke KEHATI untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati indonesia

Download

Artikel-Kerja sama Asahimas

PVC untuk Karang Sanghyang

kerjasamaasahimas

Jakarta-Hanya berjarak sekitar tiga jam perjalanan darat dari Jakarta, pengunjung sudah bisa tiba ke Pulau Sanghyang, Cilegon, Banten. Pulau ini memiliki banyak potensi wisata. Mulai dari titik-titik untuk snorkeling, penyelaman, melihat matahari tenggelam, hingga canoing. Dalam catatan dari Planet Diving, ada 23 titik wisata yang bisa dinikmati di Pulau Sanghyang.

 

Pada pertengahan April 2016, tim dari KEHATI melakukan survei ke Pulau Sanghyang. Tapi begitu masuk dari Pos Jaga Kementerian Kehutanan, sambutan utamanya adalah genangan sampah. Tak hanya di permukaan, di pesisir pantai pun penuh sampah plastik. Tak hanya di permukaan,  keindahan terumbu karangnya pun lagi-lagi sudah disusupi sampah plastik.

 

Di bulan Ramadan 2016, datang berita baik dari PT Asahimas Chemical, Cilegon. Perusahaan PVC terbesar di Indonesia ini mendukung Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dalam program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Sanghyang. Dukungan sebesar Rp 385 juta ini, akan digunakan untuk transplantasi terumbu karang di perairan yang relatif aman dan terlindungi. Khususnya tempat-tempat yang terumbu karangnya sudah rusak. Program berjalan sejak nota kesepahaman diteken yaitu pada 14 Juni 2016.

Continue Reading

Siaran Pers-Hari Lingkungan

Melestarikan yang Tersisa

macantutulgarut

 

Hari Lingkungan baru saja digelar pada Ahad, 5 Juni 2016. Tahun ini, dunia mengambil tema “Go Wild for Life-Zero Tolerance for the Illegal Wildlife Trade”. Badan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lingkungan (United Nations Environmental Program/UNEP) melihat masih diperlukannya banyak usaha di tingkat nasional untuk menanggulangi perdagangan hidupan liar, termasuk menetapkan kebijakan yang kuat dan efektif, kampanye dan penyadartahuan, konservasi dan penegakan hukum yang efektif. Pada tingkat internasional UNEP menggarisbawahi bahwa harus lebih banyak orang yang perlu diajak untuk terlibat dan memahami bahayanya perdagangan ilegal ini. Sehingga diharapkan permintaan terhadap satwa dilindungi juga berkurang.

Pada kasus Indonesia, Berita tentang perdagangan ilegal satwa langka terus berulang setiap tahunnya. Data Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015, memperlihatkan 190 kasus terkait kejahatan satwa dan tumbuhan liar yang dilindungi. Bahkan Forum Konservasi Gajah Indonesia mencatat sedikitnya 152 gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati sejak 2012. Angka yang akan melonjak karena Kepunahan sudah terjadi di 13 kantong habitat gajah yang  secara masif beralih menjadi kebun dan hutan monokultur.  Baca selengkapnya

Artikel-Panen Sorgum

Tanah Berbatu Berbuah Sorgum

panensorgum

Keajaiban itu terlihat nyata di Dusun Likotuden, Desa Kawalelo, Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Dari tanah kering dan berbatu, tumbuhlah sekitar 30 hektar tanaman sorgum. Tak hanya berbuah lebat, tapi tanaman serealia ini juga berhasil menghijaukan Likotuden. Pemandangan ini kontras dengan tanaman padi gogo dan jagung yang juga ditanam berdampingan. Batang jagung menguning tanpa isi, dan tungkai padi pun terkulai tak berdaya. Hanya sorgum yang perkasa.

Kedigdayaan sorgum di tanah Likotuden dirayakan Pada Senin, 9 Mei 2016 dalam acara “Panen Raya Sorgum”. Kegiatan ini semarak karena dihadiri perwakilan dari Kementrian Koordinator Ekonomi  Asisten Deputi Elyas Payong, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur Amir Pohan, Kepala Sub Divre BULOG Larantuka Peter Lantuk, Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kementrian Desa PDTTRusdi Tagaroa, Direktur Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka(Yaspensel)Rm. Benyamin Daud Pr dan Kepala Desa Kawalelo Paulus Ike Kolah. Tak alpa pula hadir Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) M.S Sembiring, Direktur Program PPB KEHATI Teguh Triono, dan Manajer Ekosistem Pertanian KEHATI Puji Sumedi.

Continue Reading

Video-Ladang Sorgum

Ladang Sorgum di Likotuden

 

Tanah berbatu di dusun Likotuden, desa Kawalelo, Flores Timur Nusa Tenggara Timur ternyata tunduk pada sorgum .Pada Mei 2016 fotografer dan videografer Feri Latief mengabadikan hijaunya ladang sorgum di Likotuden. Terlihat, bahwa betapa kearifan lokal dengan menanam plasma nutfah (sorgum), mampu membantu sumber pangan penduduk Likotuden.

 

Artikel-Festival Pesisir

Festival Pesisir Pertama di Dusun Pandansari, Brebes

DSC00564 Small

Dusun Pandansari, Kaliwlingi, Brebes terasa riuh pada akhir April 2016 lalu. Ada kuda lumping, pentas seni peserta Jambore Mangrove, Drama dan pertunjukan tari-tarian serta larung merti bumi. Asal keramaian itu adalah Festival Pesisir Pandansari yang digelar sebagai perayaan status desa Ekowisata untuk Pandansari.  Dusun Pandansari yang awalnya terancam tinggal nama karena terendam banjir rob tahunan, beralih menjadi desa yang layak menjadi destinasi pelancong.

Sudah ada hutan mangrove yang bisa untuk jogging track, keliling pulau dengan sampan, tambak bandeng, tambak kepiting sokka dan ikan kerapu. Mangrove telah mengubah wajah Pandansari menjadi lebih hijau. Tidak hanya aman dari terjangan rob, tapi juga tambahan ekonomi bagi warga Pandansari. Limpahan berkah dari Mangrove itulah yang disyukuri warga dalam bentuk Festival Pesisir.

Continue Reading

Siaran Pers-Ekosistem Pertanian

Korban Nawacita di Lembor, NTT

 

DSC02972

 

Panen sorgum dan kacang hijau oleh kelompok petani Lembor, Manggarai Barat yang sudah di pelupuk mata, berakhir musnah. Musababnya adalah penggusuran lahan demi irigasi di kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. “Panen tahun ini gagal karena manusia,” ujar Ketua Aliansi Petani Lembor (APEL), Benediktus Pambur, Selasa 19 April 2016.  Sejumlah tanaman pertanian mereka dikorbankan demi program ekstensifikasi pertanian Nawacita dari Presiden Joko Widodo. Dinas Pertanian Manggarai Barat menetapkan 100 hektar untuk program pencetakan lahan sawah baru. Kronologis penggusuran

Pernyataan Benediktus adalah ungkapan kesedihan bahwa sekitar tiga hektar lahan sorgum dan dua hektar lahan kacang hijau olahan mereka mulai digusur sejak awal April 2016. Baca selengkapnya

Artikel Selanjutnya...

Kicauan KEHATI

by acls us

Laporan Tahunan

  • annual report 2013
    Laporan Tahunan KEHATI 2013
  • cover annual report 2014 02 01
    Laporan Tahunan KEHATI 2014

E-Warta KEHATI

  • WK Apr Jun 2015 01
    warta KEHATI apr - jun 2015
  • WK Jan Mar 2015 01
    WK Januari - Maret 2015
  • cover WK Nov Des 2014
    WK Nov - Des 2014
  • Warta KEHATI Agustus Oktober 2014
    WK Agustus - Oktober 2014
  • WK Mar Jul 2014
    WK Maret - Juli 2014
  • cover WK Nov - Feb 2014
    WK November 2013 - Februari 2014
  • WK Juli Oktober 2013
    WK Juli - Oktober 2013
  • cover
    WK April - Juni 2013
  • WK Nov 2012 - Jan 2013
  • WartaKehatiJuliSept2015 01
    WK Juli Sept 2015