• hari bumi 2016
  • hari air 01
  • gajah 04
  • Harapan
  • harimau day
  • Hari Bumi 22 April 2016
  • Hari Air sedunia - 22 Maret 2016
  • World Wildlife Day 3 Maret 2016
  • Tiger Day, 29 July 2015

Factsheet

  • Botanical Garden
  • Coastal Green Belts Corridor
  • Conserving Bamboo
  • Ecotourism In Indonesia
  • local food diversification
  • TFCA Kalimantan
  • TFCA Sumatera
  • GCI

Indeks SRI KEHATI

Indeks Kehati

Today

Source: Bursa Efek Indonesia

Donate

DONASI KE KEHATI

Donasi ke KEHATI untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati indonesia

Download

Siaran Pers-Ekosistem Pertanian

Korban Nawacita di Lembor, NTT

 

DSC02972

 

Panen sorgum dan kacanghijau oleh kelompok petani Lembor, Manggarai Barat yang sudah di pelupuk mata, sudah musnah. Musababnya adalah penggusuran lahan demi irigasi di kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. “Panen tahun ini gagal karena manusia,” ujar Ketua Aliansi Petani Lembor (APEL), Benediktus Pambur, Selasa 19 April 2016.  Sejumlah tanaman pertanian mereka dikorbankan demi program ekstensifikasi pertanian Nawacita dari Presiden Joko Widodo. Dinas Pertanian Manggarai Barat menetapkan 100 hektar untuk program pencetakan lahan sawah baru. Kronologis penggusuran

Pernyataan Benediktus adalah ungkapan kesedihan bahwa sekitar tiga hektar lahan sorgum dan dua hektar lahan kacang hijau olahan merekamulai digusur sejak awal April 2016. Baca selengkapnya

Artikel-Rumah Pangan Lestari

Mencukupi Pangan dari Kebun Sendiri

RPLSalak

Bagi sebagian penduduk kampung Cisarua, desa Cipeteuy, kabupaten Sukabumi mencukupi pangan harian bisa dilakukan dari kebun belakang rumah. Pengalaman itu dirasakan oleh anggota kelompok pelatihan Rumah Pangan Lestari , sebuah pelatihan yang digagas oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bersama Chevron Geothermal Salak dalam program bertajuk Green Corridor Initiative (GCI).  Rumah Pangan Lestari adalah satu dari banyak kegiatan dalam GCI, seperti restorasi koridor Halimun Salak dan pemberdayaan masyarakat. Ide Rumah Pangan Lestari di Cisarua berawal dari gambaran pengeluaran rata-rata keluarga di kampung tersebut yang sekitar 70 persen dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bila pos biaya ini bisa dihemat, setidaknya alokasi pengeluaran bisa dipakai untuk kebutuhan lain.

Continue Reading

Artikel-Jurnalis Trip

Jurnalis Trip ke Garut

jurnalisgarut

 

Di Indonesia, Macan Tutul masih dijumpai di Cagar Alam Gunung Papandayan (CAGP). Namun degradasi dan kerusakan hutan lindung ini tak hanya mengancam habitat Macan Tutul, melainkan juga masyarakat yang tinggal di dalam  Cagar Alam. Agar habitat macan tetap terjaga, tapi masyarakat juga tetap berdaya, perlu dilakukan kajian untuk merumuskan model kegiatan yang saling mendukung. Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., (CGI) dibantu Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) memulai kajian tersebut dengan survei keanekaragaman hayati di Kawasan CAGP-Gunung Darajat oleh Yayasan Konservasi Elang Indonesia. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian program kerja sama KEHATI dan Chevron bertajuk Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim berbasis keanekaragaman hayati di Riau, Sumatera dan Garut, Jawa Barat. Ada dua kegiatan utama di Garut yaitu Survei Keanekaragaman Hayati dan Program Sekolah Hijau di SDN Padaawas 2 dan Padaawas 3. 
Program yang berdurasi selama setahun ini, sudah selesai pada Maret 2016. Dalam pelaksanaanya, Chevron dan KEHATI bermitra dengan berbagai organisasi lokal, Universitas, Dinas Pemerintah terkait, dan kelompok masyarakat, sehingga terbangun kekuatan bagi konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, nasional dan berkontribusi pada kepentingan global.
CGI dibantu Yayasan KEHATI ingin menyebarluaskan hasil survei ini dan model keberhasilan sekolah hijau kepada khalayak. Supaya potensinya keanekaragaman hayati segera diketahui dan dapat menjadi rujukan baik untuk berwisata maupun kepentingan akademisi. Upaya distribusi informasi tersebut, salah satunya dengan kunjungan jurnalis media ke Cagar Alam Gunung Papandayan-Darajat Garut dan SDN Padaawas 3. Baca selengkapnya

Sekolah Hijau-Garut

Lingkungan Sehat dari Sekolah

SDNPadaawas3

 

Sekolah dasar, selain menjadi tempat menuntut ilmu adalah tempat belajar tentang kehidupan untuk anak-anak berusis 6-12 tahun. Chevron Geothermal Indonesia, Ltd.(CGI) memiliki satu pandangan bahwa dengan meningkatkan kapasitas sekolah berarti turut membantu meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Melalui program bertema Sekolah Hijau Berbasis Keragaman Hayati Lokal, CGI dibantu Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI)mengajak sekolah-sekolah dasar untuk mengelola taman dan kebun sekolah yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini di juga mencakup perbaikan, pengelolaan dan pembuatan fasilitas sanitasi. “Sehingga pada akhirnya siswa mempunyai kebiasaan hidup bersih,” ujar Manajer Program Ekosistem Hutan Mochamad Saleh dalam acara Sosialisi Menguatkan Karakter Siswa melalui Pengembangan Sekolah hijau di SDN Padaawas 3, Garut, Kamis, 24 Maret 2016.

Merujuk tujuan dan target tersebut, terpilihlah SDN Padaawas 2 dan SDN Padaawas 3, dua sekolah yang berada di sekitar wilayah operasi CGI di Darajat, Garut. Sejak bulan November 2015 - Januari 2016, program pelatihan guru-guru dan pelajar di dua SDN Padaawas, kecamatan Pasirwangi, Garut tentang prinsip sekolah hijau atau sekolah berwawasan lingkungan dilaksanakan dengan mitra Pondok Pesantren Ath Thaariq. Baca selengkapnya

SRI-KEHATI Award

SRI-KEHATI Award 2015

Apresiasi KEHATI untuk Korporasi Hijau

SRIKEHATI2015


SRI-KEHATI adalah suatu indeks yang asal namanya berasal dari singkatan Sustainable and Responsible Investment (SRI) yang diluncurkan atas prakarsa Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2009. Indeks ini dimaksudkan untuk memberi tambahan pedoman investasi bagi investor dengan membuat suatu benchmark indeks baru yang secara khusus memuat emiten yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. Selain sebagai tolok ukur investasi pada perusahaan dengan kinerja baik, indeks ini juga adalah bentuk komitmen perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat. baca selengkapnya

 

Artikel-Pupuk Organik Hayati

Penyubur Bumi Sangihe

POH

 

Tanah adalah bagian tak terpisahkan dari bumi. Merawat tanah dengan baik, berarti juga menghargai apa yang telah bumi berikan. Yayasan Keanekagaraman Hayati Indonesia (KEHATI) berusaha selalu menghargai sumbangsih bumi pada manusia. Salah satunya adalah dengan menerapkan cara bercocok tanam yang baik. “Kami berkomitmen untuk menjaga kesehatan tanah, sehingga hasilnya juga aman bagi manusia,” ujar Manajer Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI Puji Sumedi dalam pelatihan pembuatan pupuk organik hayati di kantor Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sangihe, Sulawesi Utara pada 3 Maret 2016.

Sebanyak 51 peserta antusias mengikuti pelatihan selama enam jam ini. Peserta yang hadir mulai dari petani,penyuluh pertanian, anggota lembaga swadaya masyarakat, dan staf dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah. Kegiatan ini tak akan sukses tanpa dukungan Pemerintah Daerah Sangihe, PT. BNI 46, Ford Foundation serta bantuan mitra lokal APO KOMASA, Koperasi Masentra dan Perkumpulan Sampiri.

Continue Reading

Artikel Selanjutnya...

Kicauan KEHATI

by acls us

Laporan Tahunan

  • annual report 2013
    Laporan Tahunan KEHATI 2013
  • cover annual report 2014 02 01
    Laporan Tahunan KEHATI 2014

E-Warta KEHATI

  • WK Apr Jun 2015 01
    warta KEHATI apr - jun 2015
  • WK Jan Mar 2015 01
    WK Januari - Maret 2015
  • cover WK Nov Des 2014
    WK Nov - Des 2014
  • Warta KEHATI Agustus Oktober 2014
    WK Agustus - Oktober 2014
  • WK Mar Jul 2014
    WK Maret - Juli 2014
  • cover WK Nov - Feb 2014
    WK November 2013 - Februari 2014
  • WK Juli Oktober 2013
    WK Juli - Oktober 2013
  • cover
    WK April - Juni 2013
  • WK Nov 2012 - Jan 2013
  • WartaKehatiJuliSept2015 01
    WK Juli Sept 2015