• biodiversity day
  • hari bumi 2016
  • hari air 01
  • gajah 04
  • Harapan
  • Biodiversity Day, 22 mei 2016
  • Hari Bumi 22 April 2016
  • Hari Air sedunia - 22 Maret 2016
  • World Wildlife Day 3 Maret 2016

Factsheet

  • Botanical Garden
  • Coastal Green Belts Corridor
  • Conserving Bamboo
  • Ecotourism In Indonesia
  • local food diversification
  • TFCA Kalimantan
  • TFCA Sumatera
  • GCI

Indeks SRI KEHATI

Indeks Kehati

Today

Source: Bursa Efek Indonesia

Donate

DONASI KE KEHATI

Donasi ke KEHATI untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati indonesia

Download

Artikel-Panen Sorgum

Tanah Berbatu Berbuah Sorgum

panensorgum

Keajaiban itu terlihat nyata di Dusun Likotuden, Desa Kawalelo, Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Dari tanah kering dan berbatu, tumbuhlah sekitar 30 hektar tanaman sorgum. Tak hanya berbuah lebat, tapi tanaman serealia ini juga berhasil menghijaukan Likotuden. Pemandangan ini kontras dengan tanaman padi gogo dan jagung yang juga ditanam berdampingan. Batang jagung menguning tanpa isi, dan tungkai padi pun terkulai tak berdaya. Hanya sorgum yang perkasa.

Kedigdayaan sorgum di tanah Likotuden dirayakan Pada Senin, 9 Mei 2016 dalam acara “Panen Raya Sorgum”. Kegiatan ini semarak karena dihadiri perwakilan dari Kementrian Koordinator Ekonomi  Asisten Deputi Elyas Payong, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur Amir Pohan, Kepala Sub Divre BULOG Larantuka Peter Lantuk, Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kementrian Desa PDTTRusdi Tagaroa, Direktur Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka(Yaspensel)Rm. Benyamin Daud Pr dan Kepala Desa Kawalelo Paulus Ike Kolah. Tak alpa pula hadir Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) M.S Sembiring, Direktur Program PPB KEHATI Teguh Triono, dan Manajer Ekosistem Pertanian KEHATI Puji Sumedi.

Continue Reading

Video-Ladang Sorgum

Ladang Sorgum di Likotuden

 

Tanah berbatu di dusun Likotuden, desa Kawalelo, Flores Timur Nusa Tenggara Timur ternyata tunduk pada sorgum .Pada Mei 2016 fotografer dan videografer Feri Latief mengabadikan hijaunya ladang sorgum di Likotuden. Terlihat, bahwa betapa kearifan lokal dengan menanam plasma nutfah (sorgum), mampu membantu sumber pangan penduduk Likotuden.

 

Artikel-Festival Pesisir

Festival Pesisir Pertama di Dusun Pandansari, Brebes

DSC00564 Small

Dusun Pandansari, Kaliwlingi, Brebes terasa riuh pada akhir April 2016 lalu. Ada kuda lumping, pentas seni peserta Jambore Mangrove, Drama dan pertunjukan tari-tarian serta larung merti bumi. Asal keramaian itu adalah Festival Pesisir Pandansari yang digelar sebagai perayaan status desa Ekowisata untuk Pandansari.  Dusun Pandansari yang awalnya terancam tinggal nama karena terendam banjir rob tahunan, beralih menjadi desa yang layak menjadi destinasi pelancong.

Sudah ada hutan mangrove yang bisa untuk jogging track, keliling pulau dengan sampan, tambak bandeng, tambak kepiting sokka dan ikan kerapu. Mangrove telah mengubah wajah Pandansari menjadi lebih hijau. Tidak hanya aman dari terjangan rob, tapi juga tambahan ekonomi bagi warga Pandansari. Limpahan berkah dari Mangrove itulah yang disyukuri warga dalam bentuk Festival Pesisir.

Continue Reading

Siaran Pers-Ekosistem Pertanian

Korban Nawacita di Lembor, NTT

 

DSC02972

 

Panen sorgum dan kacanghijau oleh kelompok petani Lembor, Manggarai Barat yang sudah di pelupuk mata, sudah musnah. Musababnya adalah penggusuran lahan demi irigasi di kecamatan Lembor, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. “Panen tahun ini gagal karena manusia,” ujar Ketua Aliansi Petani Lembor (APEL), Benediktus Pambur, Selasa 19 April 2016.  Sejumlah tanaman pertanian mereka dikorbankan demi program ekstensifikasi pertanian Nawacita dari Presiden Joko Widodo. Dinas Pertanian Manggarai Barat menetapkan 100 hektar untuk program pencetakan lahan sawah baru. Kronologis penggusuran

Pernyataan Benediktus adalah ungkapan kesedihan bahwa sekitar tiga hektar lahan sorgum dan dua hektar lahan kacang hijau olahan merekamulai digusur sejak awal April 2016. Baca selengkapnya

Artikel-Rumah Pangan Lestari

Mencukupi Pangan dari Kebun Sendiri

RPLSalak

Bagi sebagian penduduk kampung Cisarua, desa Cipeteuy, kabupaten Sukabumi mencukupi pangan harian bisa dilakukan dari kebun belakang rumah. Pengalaman itu dirasakan oleh anggota kelompok pelatihan Rumah Pangan Lestari , sebuah pelatihan yang digagas oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) bersama Chevron Geothermal Salak dalam program bertajuk Green Corridor Initiative (GCI).  Rumah Pangan Lestari adalah satu dari banyak kegiatan dalam GCI, seperti restorasi koridor Halimun Salak dan pemberdayaan masyarakat. Ide Rumah Pangan Lestari di Cisarua berawal dari gambaran pengeluaran rata-rata keluarga di kampung tersebut yang sekitar 70 persen dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Bila pos biaya ini bisa dihemat, setidaknya alokasi pengeluaran bisa dipakai untuk kebutuhan lain.

Continue Reading

Artikel-Jurnalis Trip

Jurnalis Trip ke Garut

jurnalisgarut

 

Di Indonesia, Macan Tutul masih dijumpai di Cagar Alam Gunung Papandayan (CAGP). Namun degradasi dan kerusakan hutan lindung ini tak hanya mengancam habitat Macan Tutul, melainkan juga masyarakat yang tinggal di dalam  Cagar Alam. Agar habitat macan tetap terjaga, tapi masyarakat juga tetap berdaya, perlu dilakukan kajian untuk merumuskan model kegiatan yang saling mendukung. Chevron Geothermal Indonesia, Ltd., (CGI) dibantu Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) memulai kajian tersebut dengan survei keanekaragaman hayati di Kawasan CAGP-Gunung Darajat oleh Yayasan Konservasi Elang Indonesia. Kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian program kerja sama KEHATI dan Chevron bertajuk Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim berbasis keanekaragaman hayati di Riau, Sumatera dan Garut, Jawa Barat. Ada dua kegiatan utama di Garut yaitu Survei Keanekaragaman Hayati dan Program Sekolah Hijau di SDN Padaawas 2 dan Padaawas 3. 
Program yang berdurasi selama setahun ini, sudah selesai pada Maret 2016. Dalam pelaksanaanya, Chevron dan KEHATI bermitra dengan berbagai organisasi lokal, Universitas, Dinas Pemerintah terkait, dan kelompok masyarakat, sehingga terbangun kekuatan bagi konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, nasional dan berkontribusi pada kepentingan global.
CGI dibantu Yayasan KEHATI ingin menyebarluaskan hasil survei ini dan model keberhasilan sekolah hijau kepada khalayak. Supaya potensinya keanekaragaman hayati segera diketahui dan dapat menjadi rujukan baik untuk berwisata maupun kepentingan akademisi. Upaya distribusi informasi tersebut, salah satunya dengan kunjungan jurnalis media ke Cagar Alam Gunung Papandayan-Darajat Garut dan SDN Padaawas 3. Baca selengkapnya

Artikel Selanjutnya...

Kicauan KEHATI

by acls us

Laporan Tahunan

  • annual report 2013
    Laporan Tahunan KEHATI 2013
  • cover annual report 2014 02 01
    Laporan Tahunan KEHATI 2014

E-Warta KEHATI

  • WK Apr Jun 2015 01
    warta KEHATI apr - jun 2015
  • WK Jan Mar 2015 01
    WK Januari - Maret 2015
  • cover WK Nov Des 2014
    WK Nov - Des 2014
  • Warta KEHATI Agustus Oktober 2014
    WK Agustus - Oktober 2014
  • WK Mar Jul 2014
    WK Maret - Juli 2014
  • cover WK Nov - Feb 2014
    WK November 2013 - Februari 2014
  • WK Juli Oktober 2013
    WK Juli - Oktober 2013
  • cover
    WK April - Juni 2013
  • WK Nov 2012 - Jan 2013
  • WartaKehatiJuliSept2015 01
    WK Juli Sept 2015