KEHATI Kelola Dana Konservasi Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) Melalui Program Blue Abadi Trust Fund (BATF) - KEHATI
Artikel

KEHATI Kelola Dana Konservasi Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) Melalui Program Blue Abadi Trust Fund (BATF)

02 Maret 2017

 

Blue Abadi

Nusa Dua, Bali – Yayasan KEHATI akan bertindak sebagai administrator dalam mengelola dana abadi (Endowment Fund) untuk konservasi kawasan Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) di Papua Barat, bekerja sama dengan Conservation International (CI), The Nature Conservancy (TNC), dan World Wildlife Fund (WWF). “KEHATI akan mengelola dana dengan target kelolaan dana abadi sebesar 38 juta Dollar AS melalui program Blue Abadi Trust Fund (BATF)” ujar M.S. Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI.

BATF akan membantu kesinambungan jangka panjang keperluan tambahan dana bagi BLKB dengan menyediakan bantuan kepada komunitas lokal dan badan pemerintah untuk pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan. Program yang didukung antara lain oleh Walton Family Foundation, USAID, MacArthur Foundation, Global Environment Facility dan lainnya akan menjadi dana abadi terbesar bagi konservasi laut di dunia.

“Komunitas global datang untuk bekerja sama dengan masyarakat lokal demi melindungi kekayaan keanekaragaman hayati yang sebagian besar tidak dapat ditemukan di belahan dunia lainnya”, menurut Peter Seligmann, dalam acara peluncuran Blue Abadi Fund, Jumat 24 Februari 2017, di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali. “Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah Indonesia dan pemerintah lokal Papua Barat, dengan dukungan dari lembaga non-pemerintah merupakan teladan yang ideal bagi upaya konservasi kawasan.” tambah Seligmann yang merupakan pimpinan dan CEO Conservation International (CI).

Dalam sambutannya, Gellwyn Jusuf, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Kementerian BAPPENAS (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) menyatakan bahwa dukungan Blue Abadi Fund akan memberikan kontribusi bagi target pembangunan nasional dan global. “Pemerintah Indonesia memiliki target pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area) seluas 20 juta ha pada tahun 2020,” tambahnya.

Pemerintah Propinsi Papua Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Nataniel Mandacan, menyampaikan bahwa upaya konservasi kawasan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Blue Abadi Fund akan memperkuat komitmen pemerintah untuk melindungi kawasan BLKB sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Konsorsium BLKB dimulai tahun 2004 oleh CI, TNC dan WWF. Saat ini, BLKB didukung oleh 30 mitra konservasi, termasuk pemerintah pusat dan lokal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal dan internasional, serta akademisi. Misinya adalah untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam di BLKB secara berkelanjutan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat adat demi menjamin ketahanan pangan dan penghidupan mereka.

  • Artikel
  • KEHATI Kelola Dana Konservasi Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) Melalui Program Blue Abadi Trust Fund (BATF)
dukung kehati