KEHATI Tambah Daftar Mitra Melalui PSDABM - KEHATI
Artikel

KEHATI Tambah Daftar Mitra Melalui PSDABM

01 Juli 2016

img-20160630-wa0009JAKARTA – Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) menambah daftar mitranya melalui program Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM). Pada 24 dan 30 Juni 2016, sebanyak 15 lembaga atau organisasi masyarakat telah menandatangani kesepakatan hibah untuk kegiatan PSDABM yang akan dilakukan di Sumatera dan Kalimantan. KEHATI merupakan Manajer Pengelola Hibah, KEHATI untuk Lot 1: Sumatera dan Kalimantan

“Pada 24 Juni lalu Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah dan Lakpesdam PB Nahdlatul Ulama, serta lembaga lain telah menandatangani Perjanjian Hibah ini. Lalu pada 30 Juni terdapat 7 lembaga yang menandatangani Perjanjian Hibah, dengan ragam proyek di pesisir dan pulau kecil, energi terbarukan berskala kecil di pelosok Berau dan Mahakam Ulu” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, MS Sembiring. Energi terbarukan berskala kecil ini utamanya untuk mendorong kegiatan usaha kecil dan menengah, seperti pengolahan madu, memajukan sektor pertanian dan menciptakan peluang ekonomi.

Program Hibah PSDABM ini berada di bawah Proyek Kemakmuran Hijau yang merupakan bagian dari Program Hibah Millennium Challenge Corporation (MCC). Hibah ini diperuntukkan bagi proyek berskala kecil yang mempromosikan manfaat sumber daya alam dan inisiatif energi baru dan terbarukan, guna mendukung program dan kegiatan berbasis masyarakat yang mendukung penurunan emisi gas rumah kaca dan mewujudkan ekonomi hijau.

Selain 15 lembaga yang sudah bersepakat, masih ada 11 mitra lain yang akan mendandatangani perjanjian hibah pada 29 Juli 2016. Sehingga, sampai akhir Desember 2017, KEHATI akan mengelola kegiatan  26 mitra. Total dana yang dikucurkan untuk kegiatan 26 mitra tersebut adalah Rp. 322 milyar, termasuk untuk program pemberdayaan ekonomi perempuan terkait dengan PSDABM. KEHATI merupakan Manajer Pengelola Hibah, KEHATI untuk Lot 1: Sumatera dan Kalimantan tidak sendirian. Untuk wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi, pengelolaannya ditangani oleh Euroconsult Mott MacDonald.

Lembaga-lembaga yang pada akhirnya menandatangani kesepakatan hibah, sebelumnya telah melalui tahap seleksi yang panjang. Selama 9 bulan proses seleksi dilaksanakan untuk memastikan kelayakan proyek yang diusulkan, kelayakan dan kemampuan lembaga di dalam melaksanakan proyek, menilik good governance, aspek legalitas dari lembaga pengajunya, dan kemampuan mengelola keuangan. Mereka yang mendaftar harus dapat mengusung tujuh tipe proyek utama PSDABM, yaitu, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Pengelolaan Hutan Lestari, Energi Terbarukan Skala Kecil, Pertanian Berkelanjutan, Pengembangan Bisnis Berbasis Pengelolaan SDA, Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, serta prakarsa pembangunan rendah karbon lainnya.

“Terkait Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, intervensi proyek berupa peningkatan pengelolaan dan nilai tambah produk pertanian melalui peningkatan kulitas pertanian seperti pala, coklat, pinang, kepayang yang diolah menjadi minyak dan anyaman di Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Sintang” kata MS Sembiring.

Pada akhirnya, setiap proyek yang nanti dijalankan harus memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan memperluas penggunaan energi terbarukan. Kedua, meningkatkan produktivitas dan menurunkan emisi gas rumah kaca berbasis lahan dengan meningkatkan praktik penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam.

  • Artikel
  • KEHATI Tambah Daftar Mitra Melalui PSDABM
dukung kehati