Kelompok Mahasiswa Sensus Burung Air di Pesisir Jakarta - KEHATI
Artikel

Kelompok Mahasiswa Sensus Burung Air di Pesisir Jakarta

03 Februari 2018

Para pemuda yang tergabung dalam kelompok mahasiswa pengamat burung dan pecinta alam dari berbagai Universitas di Jakarta melakukan penghitungan burung air di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Penghitungan atau sensus ini dalam rangka memeringati Asian Waterbird Census (AWC) 2018, pada Sabtu (13/01). Asian Waterbird Census di Jakarta ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Jakarta Birdwatcher Society dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI.

Staf Edukasi & Outreach Yayasan KEHATI, Ahmad Baihaqi mengungkapkan tujuan dilakukannya kegiatan tersebut adalah sebagai proses pengumpulan data informasi tahunan mengenai populasi burung air di lahan basah (wetland). Keberadaan burung air di suatu kawasan juga dapat dijadikan sebagai indikasi lingkungan yang masih baik.

Para relawan mengidentifikasi jenis burung yang berhasil dijumpai di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada kegiatan Asian Waterbird Census tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jakarta Birdwatcher Society bekerja sama dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Sabtu (13/1).
Para relawan mengidentifikasi jenis burung yang berhasil dijumpai di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada kegiatan Asian Waterbird Census tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jakarta Birdwatcher Society bekerja sama dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Sabtu (13/1) (Ahmad Baihaqi/KEHATI)

“Dari hasil pengamatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB, sebanyak 11 jenis burung air berhasil didata, di antaranya burung kokokan laut (Butorides striatus), cangak abu (Ardea cinerea), pecuk-padi hitam (Phalacrocorax sulcirostris), pecuk ular asia (Anhinga melanogaster) dan beberapa jenis burung air lainnya” Tandas Abay, panggilan akrab Ahmad Baihaqi, yang juga merupakan mahasiswa Prodi Magister Biologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Nasional, Jakarta.

Peserta AWC di Jakarta tahun ini diikuti oleh para pemuda yang peduli dengan lingkungan, di antaranya Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, BScC Indonesia, Indonesia Wildlife Photography, dan kelompok penggiat lingkungan lainnya. Selain itu, hadir pula peserta dari kelompok studi dari berbagai Universitas, di antaranya Biological Bird Club (BBC) Ardea Fakultas Biologi Universitas Nasional, KPB Nycticorax Universitas Negeri Jakarta, KPB Nectarinia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kelompok Studi Hidupan Liar (KSHL) Comata Universitas Indonesia, Uni Konservasi Fauna (UKF) IPB Bogor, dan Sapta Pala SMA N 7 Jakarta.

Diskusi hasil pengamatan burung yang dijumpai di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada kegiatan Asian Waterbird Census tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jakarta Birdwatcher Society bekerja sama dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Sabtu (13/1) (Foto: Ahmad Baihaqi/KEHATI)
Diskusi hasil pengamatan burung yang dijumpai di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada kegiatan Asian Waterbird Census tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jakarta Birdwatcher Society bekerja sama dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Sabtu (13/1) (Foto: Ahmad Baihaqi/KEHATI)

Koordinator Jakarta Birdwatcher Society, Ady Kristanto, mengungkapkan AWC atau penghitungan burung air secara global merupakan program tahunan. Tahun ini, AWC mulai dilakukan dari 6-21 Januari. Namun, di Indonesia penghitungan dan pendataan dapat dilakukan sepanjang bulan Januari yang hasilnya dicatat ke dalam lembar formulir dan hasilnya akan dilaporkan secara serentak dari berbagai dunia melalui lembaga International Waterbird Census. Kegiatan ini juga sebagai media kampanye kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan lahan basah bagi kehidupan manusia ataupun makhluk hidup lainnya.

Sensus penghitungan burung air secara global juga dilakukan secara serentak di berbagai negara di kawasan Afrika, Eropa dan Amerika di bawah payung International Waterbird Census (IWC). Sementara di Indonesia, kegiatan AWC sendiri dikoordinasikan melalui lembaga Wetlands International – Indonesia Program.

Foto bersama para relawan pengamat burung di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada kegiatan Asian Waterbird Census tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jakarta Birdwatcher Society bekerja sama dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Sabtu (13/1). (Foto: Ady Kristanto/Jakarta Birdwatcher Society)
Foto bersama para relawan pengamat burung di kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara pada kegiatan Asian Waterbird Census tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Jakarta Birdwatcher Society bekerja sama dengan Biodiversity Warriors Yayasan KEHATI, Sabtu (13/1). (Foto: Ady Kristanto/Jakarta Birdwatcher Society)

  • Artikel
  • Kelompok Mahasiswa Sensus Burung Air di Pesisir Jakarta
dukung kehati