Kementarian Pertahanan Gandeng Yayasan KEHATI Bangun Laboratorium Bambu - KEHATI
Artikel

Kementarian Pertahanan Gandeng Yayasan KEHATI Bangun Laboratorium Bambu

13 Februari 2017

MoU Kemenhan_KEHATI

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) akan membangun laboratorium hayati di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Kabupaten Bogor. Laboratorium itu dikhususkan untuk tanaman bambu yang jenisnya mencapai lebih dari 150 jenis di Indonesia.

“Setelah penandatanganan kerjasama ini, kita tidak akan diam. Kita akan wujudkan, kita bangun laboratorium hayati khususnya bambu,” kata Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Baintranas) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Mayor Jenderal TNI Heros Paduppai, Rabu 8 Februari 2017, saat penandatangan kerjasama Bainstranas dan KEHATI di Kementerian Pertahanan. Kerjasama yang akan dilakukan adalah dalam bentuk penanaman bambu dan pemanfaatannya secara sosial dan ekonomi oleh masyarakat. Tujuannya untuk melakukan konservasi keanekaragaman hayati yang mendukung komitmen nasional untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

Penanaman bambu yang akan dilakukan di kawasan IPSC ini tidak hanya memberikan manfaat untuk ilmu pengetahuan dari sisi laboratorium hayati yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, tetapi juga memberi manfaat ekologi. Dalam hal penyerapan karbon, bambu memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida setidaknya 8 kali lebih besar dari hutan tropis. Jika kemampuan hutan tropis menyerap karbon sebesar kurang lebih 7 ton per hektar per tahun, maka bambu mampu menyerap sekitar 62 ton per hektar per tahun. Penanaman bambu dapat membantu pengurangan emisi yang signifikan. Selain itu, Kawasan Sentul merupakan daerah tangkapan dan resapan air yang jika dikelola dengan baik akan menambah cadangan air dan mengurangi risiko banjir.

“Kerjasama ini tidak hanya sekedar menanam tetapi juga merupakan upaya penghijauan dan memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, M.S Sembiring saat memberikan sambutan. Bambu sudah dikenal sebagai tanaman yang mampu memberikan dampak ekologi yang besar, seperti penyerap air dan pencegah erosi, namun selain itu tanaman ini juga mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Dari sisi sosial, bambu sudah sangat lekat dengan budaya Indonesia. Banyak perkakas yang menjadi bagian dari budaya berbahan dasar bambu. Kemudian dari sisi ekonomi, bambu menjadi salah satu bahan baku furniture yang memiliki kualitas tinggi, ditambah lagi dengan rebungnya yang juga memiliki nilai jual. Dari manfaatnya yang sangat banyak ini, konservasi bambu di kawasan IPSC diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat.

“Selain itu, kami berharap model kerjasama seperti ini dapat dikembangkan oleh berbagai pihak,” kata Sembiring. Kerjasama yang pertama kali dijalin bersama Kementerian Pertahanan ini bisa menjadi model kerjasama antara pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, kawasan IPSC sendiri merupakan kawasan bertaraf Internasional yang memiliki posisi penting di Indonesia. Beberapa badan strategis milik negara berada di sana. Selain itu, simbol-simbol perdamaian seperti menara bendera yang tertinggi di Indonesia dan patung penjaga perdamaian juga berada di sana. Sudah banyak tamu negara datang ke kawasan yang sempat menjadi lokasi beberapa pelatihan militer bertaraf internasional ini.

  • Artikel
  • Kementarian Pertahanan Gandeng Yayasan KEHATI Bangun Laboratorium Bambu
dukung kehati