Profil Peraih KEHATI Award 2009
1. Prakarsa Lestari Kehati
Masyarakat Adat Hutan Wonosadi
Alamat : Dusun Duren Desa Beji Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi DIY
Ketua Adat: Sudiyo
Masyarakat Dusun Duren, Desa Beji, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta menunjukan keteguhan yang tak lekang selama 44 tahun, dalam memelihara dan menyelamatkan hutan adat Wonosadi seluas 25 ha. Mereka bersama-sama melakukan beragam upaya unik pelestarian keanekaragaman hayati melalui pendekatan kearifan tradisional dan pelestarian seni/budaya lokal, seperti Sadran pasca panen dan seni musik tradisional Rinding Gumbeng, karawitan, ketoprak dan wayang kulit. Kini upaya mereka terbukti telah ikut menjaga habitat flora–fauna yang sudah langka seperti tanaman, kayu-kayuan, perdu, rerumputan, tanaman obat, anggrek lokal, aneka jenis burung, tercegahnya erosi, tercetak sawah 50 ha yang dapat panen 3 kali per-tahun, dan munculnya 3 titik mata air yang tanpa henti mengairi ladang dan sawah warga. Terbentuk pula BALA DEWI (Badan Pengelola Desa Wisata) yang hengelola hutan Wonosadi sebagai hutan wisata.
2. Pendorong Lestari Kehati
Sofyan Hadi
Alamat : Kab. Rokan Hilir, Riau
Kontak person : Sofyan Hadi
Jarak tempuh selama 13 jam darat dan air dari Kota Bagan Siapi-api (Provinsi Riau) menuju gugusan terluar Pulau Jemur dan Aruan tidak menyurutkan keteguhan Sofyan Hadi untuk melestarikan satwa langka yang terancam punah, Penyu Hijau (Chelonia mydas). Upaya pelestarian yang dilakukan Sofyan ini dilakukan dengan biaya sendiri dan diluar tupoksi ’jabatannya’ sebagai karyawan Bappeda Bagan Siapi-api.
Kegiatan yang dilakukukan sejak tahun 2002 ini bukan tanpa resiko. Tak jarang diawal usahanya, Sofyan harus berhadapan langsung dengan bahaya saat menghadapi sindikat transaksi illegal telur penyu. Kini, berkat kegigihannya masyarakat sudah melakukan perlindungan dan budidaya ternak penyu dan telurnya. Usaha luar biasanya ini tidak hanya melestarikan penyu hijau di salah satu gugusan luar terpencil kepulauan Nusantara, namun ikut mendongkrak tingkat ekonomi masyarakat setempat.
3. Peduli Lestari Kehati
H. M. Maryono (PT. Samala Nusantara)
Alamat : Jl. Purworejo Km 1, Sebokarang, Wates, Kab. Kulon Progo
Ketua/ Kontak person : H. M. Maryono
Bapak Maryono, pemilik PT. Samala Nusantara, sejak 2004 merintis usaha pembuatan jamu dari tanaman Mahkota Dewa. Satu hari dapat memproduksi 2.000 bungkus jamu yang dipasarkan di beberapa kota besar Indonesia serta negara-negara di Timur Tengah dan Malaysia. Dia mengembangkan sendiri kebun Mahkota Dewa diatas lahan 2.000 meter persegi dan membina sekitar 150 orang petani di desanya untuk mengembangkan tanaman yang sama untuk jadi income tambahan bagi mereka. Kecintaannya terhadap tanaman obat atau herbal mendorong Maryono untuk merintis pendirian Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat ‘Herbarium Development Center’ yang mampu melestarikan 59 jenis tanaman herbal langka yang banyak diantaranya terancam punah. Usahanya memfasilitasi penghijauan Bukit Manoreh, pengembangbiakan Kambing Etawa, dan penggunaan pupuk organik menjadikannya lebih layak dianugerahkan Kehati Award tahun ini.
4. Cipta Lestari Kehati
Saein, S.P. (Kelompok Tani Gemah Ripah II)
Alamat : Jl. Kecombron No. 2 RT/RW 02/VI Desa Bukateja, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah
Ketua/ Kontak person: Saein SP
Apresiasi atas ketekunan hasil karya penelitian di tanah leluhurnya pantas disematkan kepada Bapak Saein S.P warga Desa Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Tanpa didukung peralatan dan biaya yang memadai, sejak tahun 2004 Bapak Saein melakukan penyilangan beragam varietas padi unggulan yang menghasilkan 10 varietas padi baru. Salah satunya diberi nama ’Mutiara’, hasil persilangan Wulung dan Pandanwangi yang memiliki rasa pulen, tahan penyakit busuk pelepah dan busuk daun, tahan terhadap iklim panas serta memiliki produktivitas hingga 7 ton/ha kering panen. Keberhasilan Pak Saein ini didukung anggota Kelompok Tani Gemah Ripah II, yang secara gotong royong menyediakan lahan uji coba serta pemasaran. Selain memperkaya aset genetika tanaman, Pak Saein mengembangkan pula teknologi pupuk hayati/organik dengan mikroba lokal dari rumpun akar bambu di lahan miliknya. Sarjana Pertanian IPB ini berharap hasil penelitiannya ini bisa menjadikan kehidupan petani lebih sejahtera, seiring makin berkurangnya ketergantungan mereka terhadap benih padi dan pupuk terus melambung mahal.
5. Citra Lestari Kehati
Sancaya Rini (Creative Kanawida)
Alamat : Jl. H. Saleh No. 2, RT/RW. 02/02 Benda Baru Pamulang, Kab. Tangerang 15416, Banten
Ketua/ Kontak person : Sancaya Rini
Larangan sang suami untuk menggunakan pewarna sintetis, justru kini disyukuri Ibu Sancaya Rini. Betapa tidak, sejak 2005 dirinya telah menghasilkan karya-karya batik terbaik dengan menggunakan bahan pewarna alami. Awalnya di workshop ’Creative Kanawida’, Ibu Rini hanya menggunakan pewarna sancang, indigo, dan mahoni, namun dengan bekal ilmu sebagai lulusan Fakultas Pertanian UGM, dia bereksperimen membuat pewarna dari kulit buah-buahan yang dibuang di pasar swalayan, seperti kulit rambutan, mangga, manggis, dan mahkota dewa. Tidak hanya itu daun alpukat, mangkudu, dan mimosa, umbi bit, kelopak kembang sepatu, buah jengkol, daun nangka dan kulit batang nangka tidak luput dijadikan pemuas rasa haus jiwa seninya. Di kebun samping rumahnya, Ibu Rini membudidayakan tanaman-tanaman unggulan pewarna alami yang sudah hampir punah, salah satunya Bixa. Kini, tiga anak muda yang tinggal disekitar rumahnya sudah mahir dan mewarisi keahlian membatik bahkan kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar batik.
6. Tunas Lestari Kehati
Klub Sahabat Alam
Alamat : Perkantoran Bukit Gading Indah Kav. H-01, Kelapa Gading Permai, Jakarta 14240
Ketua/ Kontak person : Adeline Tiffanie Suwana
Klub ’Sahabat Alam’ telah berpetualang dalam beragam aksi lingkungan mulai dari menanam pohon bakau dan terumbu karang, melepas penyu sisik, membersihkan sampah dipantai, menyebar benih ikan hingga membuat video penyadaran lingkungan yang memenangkan perlombaan tingkat dunia. Sebagai bagian dari ’anak kota’, dalam perekrutan anggota dan mempromosikan kegiatannya, Klub Sahabat Alam memanfaatkan teknologi mutakhir skype dan facebook. Klub Sahabat Alam berharap kegiatan mereka bisa menanamkan rasa sayang dan peduli terhadap lingkungan ditunas-tunas cilik Nusantara.








