Home
 | 

Primary links

  • Tentang KEHATI
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi dan Nilai Organisasi
    • Dewan Pengurus dan Manajemen
    • Bahan Publikasi
      • Profil KEHATI
      • RENSTRA
      • Laporan Tahunan
      • SRI-KEHATI
  • Lingkup Kerja
    • Area Intervensi KEHATI
    • Sasaran Strategis
    • Pola Pendekatan
  • Dana Hibah
    • Mekanisme Dana Hibah
    • Dokumen Pengajuan
    • Data Hibah 2006
    • Data Hibah 2007
  • Sumberdaya
    • Mobilisasi Dana
    • Komunikasi & Edukasi
  • Link
    • Mitra KEHATI
    • Organisasi Pemerintah
    • Organisasi Non Pemerintah
    • Organisasi Internasional
    • Organisasi Lain
  • Kontak
Home

“Igya Ser Hanjob” Berdiri Menjaga Kedaulatan Cagar Alam Pegunungan Arfak

Submitted by kehati on Mon, 10/08/2007 - 15:36
  • Publication

Cagar Alam Pegunungan Arfak di Manokwari Papua, terletak di daerah Kepala Burung, 25 km dari manokwari kea rah Tenggara. Cagar alam seluas 68.325 ha ini berada di ketinggian antara 15 m hingga lebi 1000 m dpl. Di Pegunungan Arfak ini hidup 4 suku asli, Hatam, Molue, Sough dan Meyakh yang tersebar di 25 Desa.

Igya Ser Hanjob merupakan terjemahan dari Berdiri Menjaga Batas yang memiliki arti bagi 4 suku yang mendiaminya sebagai menjaga keutuhan ekosistem hutan di Pegunungan Arfak yang oleh mereka dianggap sebagai ibu. Dalam pandangan masyrakat Arfak, hutan dibagi-bagi dalam wilayah pemanfaatan yang terdiri dari bahamti, hutan primer yang tidak boleh dibuat kebun atau mendirikan rumah, tetapi warga diperbolehkan mengambil kayu untuk membuat rumah, kulit kayu, serat tali temali. Nimahamti hutan lembab dan berlumut yang tidak boleh digarap, dan Susti atau hutan sekunder yang dulu pernah dibuka sebagai kebun dan atau telah menjadi hutan kembali.

Sejak 1999, Yayasan KEHATI melalui Program Pelestarian dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati (PPKH) berusaha memperkuat institusi lokal dan mengembangkan pengelolaan kawasan yang mengakomodasi hak-hak masyarakat Arfak. Melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian desa diharapkan masyarakat memiliki akses dalam pengelolaan SDA lokal. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya: mendukung penelitian antropologi-ekologi agar konsep Igya Ser hanjob dapat diadopsi ke dalam hukum formal.

Selain dihasilkan sebuah buku hasil penelitian tadi, konsep pengelolaan berbasis masyarakat itu dikonsultasikan kepada para pihak di Manokwari Papua. Selain itu dilakukan penguatan ekonomi dalam budidaya kupu-kupu yang diperjualbelikan melalui ijin resmi. Program PPKH di Manokwari berakhir pada tahun 2003. Laporan kegiatan dapat dilihat dalam lampiran berikut LAPORAN KEGIATAN PEG ARFAK

Navigation

  • Recent posts

Flora Kita
TGG
MFP

RENSTRA 2008-2012

Archieves

News Reference Publication Partners

KEHATI Profile

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI) - The Indonesian Biodiversity Foundation
Copyright @ 1994-2009 - All right reserved