Masyarakat Arfak dan Konsep Konservasi: Igya Ser Hanjop
Tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam, khususnya hutan, nampaknya paralel dengan pertumbuhan kapital (isme), karena sumber daya alam menjadi salah satu pemasok utama bagi kepentingan bahan baku industri.
Pengelolaan sumberdaya alam secara arif sebetulnya sudah sejak beratus-ratus tahun lalu dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan. Bentuk pengelolaan tersebut misalnya dengan mbabukan atau mengeramatkan flora-fauna dan tempat atau dengan adanya konsep pengambilan hasil hutan hanya secukupnya saja untuk memenuhi kebutuhan subsisten. Masyarakat disekitar hutan tidak mengenal istilah-istilah pelestarian alam seperti konservasi, cagar alam, tanam nasional atau bahasa-bahasa modern lainnya, namun mereka memiliki pengalaman dan praktek yang secara ekologi melindungi alam.
Tingkat eksploitasi terhadap sumber daya alam, khususnya hutan, nampaknya paralel dengan pertumbuhan kapital (isme), karena sumber daya alam menjadi salah satu pemasok utama bagi kepentingan bahan baku industri.
Pengelolaan sumberdaya alam secara arif sebetulnya sudah sejak beratus-ratus tahun lalu dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan. Bentuk pengelolaan tersebut misalnya dengan mbabukan atau mengeramatkan flora-fauna dan tempat atau dengan adanya konsep pengambilan hasil hutan hanya secukupnya saja untuk memenuhi kebutuhan subsisten. Masyarakat disekitar hutan tidak mengenal istilah-istilah pelestarian alam seperti konservasi, cagar alam, tanam nasional atau bahasa-bahasa modern lainnya, namun mereka memiliki pengalaman dan praktek yang secara ekologi melindungi alam.
Tulisan ini merupakan laporan penelitian yang dilakukan di lima desa di daerah pegunungan Arfak, Irian Jaya. Laporan ini adalah bentuk tettulis dari temauan lapangan yang dilakukan selama 20 hari di lapangan. Penetlian ini ditujukan untuk mengkaji persoalan pengeloalan hutan dikawasan Pegunungan Arfak.
Info buku:
| Penyusun: | P.M. Laksono, Almira Rianty, Aprilia Budi Hendrijani, Gunawan, |
| Adolof Mandacan, Nelson Mansoara | |
| Penerbit | KEHATI, PSAP-UGM, YBLBC |
| Terbitan | Yogyakarta, 2001 |








