Siaran Pers Hari Pangan Sedunia - KEHATI
Artikel

Siaran Pers Hari Pangan Sedunia

19 Oktober 2015

Petani Berdaya, Masyarakat Sejahtera

(Menyambut Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober 2015)

batang sorgum

 

Petani, profesi yang banyak ditinggalkan oleh penduduk Indonesia. Badan Pusat Statistik mencatat bawah pada tahun 2003 masih ada 31 juta rumah tangga usaha tani. Satu dekade kemudian, jumlahnya merosot jadi 26,5 juta.  Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada awal Maret lalu mengatakan bahwa minat menjadi turun karena penghasilannya yang sangat minim. Penurunan jumlah petani itu berpotensi menggangu target swasembada beras sebesar 73,4 juta ton gabah kering giling.Tapi, apakah petani harus menggantungkan mata pencahariannya terhadap beras semata? Kalau produksi beras turun dan kepemilikan lahan kecil. Rata-rata petani sawah di Indonesia mempunyai lahan garapan sekitar 0,3 hektar. ”Sudah saatnya petani di Indonesia berdaya,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) M.S. Sembiring. Petani sebagai soko pangan di Indonesia perlu mendapatkan perlindungan agar kehidupannya lebih baik.

Badan Pangan dan Pertanian dunia (FAO) menggarisbawahi nasib petani dalam hari pangan sedunia yang jatuh saban tanggal 16 Oktober. Tahun 2015 ini, tema poster hari pangan sedunia “Perlindungan Sosial dan Pertanian: memutus siklus kemiskinan di pedesaan”. Adapun untuk Indonesia temanya adalah Pemberdayaan Petani Sebagai Penggerak Ekonomi Menuju Kedaulatan Pangan

Puji Sumedi, Program Officer untuk Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI menyatakan ada tiga kata kunci dalam tema hari pangan tahun ini. “Pemberdayaan Petani, Penggerak Ekonomi dan Kedaulatan Pangan,” ujar dia. Read More

  • Artikel
  • Siaran Pers Hari Pangan Sedunia
dukung kehati