Sorgum Enak dan Sehat - KEHATI
Artikel

Sorgum Enak dan Sehat

13 Mei 2015

 Siswa-siswa kelas 3 tak berkedip saat mendengar “dongeng” tentang sorgum. Kini, dengan mata kepala sendiri, mereka bisa melihat bentuk asli sorgum lengkap dengan tangkainya sampai bentuk tepung sorgumnya. Lebih-lebih saat mereka diajak untuk memasak sorgum menjadi sop ayam sorgum, cake sorgum kawali dan porcorn sargum. Ternyata, anak-anak sangat menikmatinya karena rasa nikmat tak kalah dengan cake dari terigu yang biasa mereka makan.

Mendorong konsumsi pangan lokal  menjadi salah satu fokus program dari Yayasan KEHATI sebagai lembaga grant-making dalam mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sumber pangan. Dengan kembali dikonsumsi dan dimanfaatkan, maka ragam sumber pangan yang selamam ini terabaikan akan kembali mempunyai nilai, baik dari sisi kesehatan dan ekonomi.

Sorgum Sp, salah sattunya.  Sumber karbohidrat yang memiliki banyak serat dan potesial sebagai alternative pengganti beras. Di wilayah lahan kering, seperti Nusa Tenggara Timur, tanaman sorgum tumbuh baik.  Dibuktikan oleh Mama Tata yang telah mencoba mengembangkan di beberapa kawasan NTT, seperti seperti Adonara, Flores, Sumba Timur, Kupang, Ende, manggarai dan Lembata. Selama ini,  kebijakan berasisasi  telah berimbas pada hilangnya sumber pangan lokal di wilayah Indonesia .

Di kawasan NTT misalnya, masyarakat yang dulu mengkonusmsi jagung, ubi, sorgum  sebagai pangan pokoknya, kini beralih pada beras. Akibatnya, kekayaan sumber pangan lokal yang mereka miliki semakin langka. Maria Loretha, bersama kelompok taninya dampingannya dengan gigih kembali membudiayakan gigih membudidayakan sorgum dan pangan lokal lainnya di kawasan NTT. Selain budidaya, mereka juga aktif mulai mensosialisasikan pangan lokal ke berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah. “Agar mereka bisa memahami betapa kayanya ragam sumber pangan di Indonesia,” ungkap Ibu dari 3 anak ini.

dukung kehati