TFCA - KEHATI
Ekosistem Kehutanan

TFCA

05 Juli 2013

Tropical Forest Conservation Act (TFCA) adalah sebuah skema pengalihan utang untuk lingkungan (debt for nature swap) antara Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Pemerintah Indonesia (RI) berdasarkan Undang-Undang Konservasi Hutan Tropis AS tahun 1998. Skema ini dapat digunakan sebagai mekanisme untuk mengurangi hutang luar negeri bagi negara-negara yang memiliki kekayaan hutan tropis yang tinggi kepada Pemerintah AS.

TFCA (Tropical Forest Conservation Action) Sumatera atau disebut juga Aksi Pelestarian Hutan Tropis Sumatera mengelola dana yang bersumber dari pengalihan pembayaran utang Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Amerika Serikat (debt for nature swap) sebesar US$ 29,6 juta untuk jangka waktu 8 sampai 10 tahun. Dalam perjanjian bilateral ini, dua Lembaga Swadaya Masyarakat berperan sebagai mitra kerjasama (swap partner) yaitu Conservation International (CI) dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) yang masing-masing berkontribusi sebesar US$ 1 juta. Program ini dikelola oleh suatu komite yang bernama Oversight Committee (OC) dengan empat (4) anggota tetap terdiri dari Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian Kehutanan, Pemerintah Amerika Serikat yang diwakili oleh USAID dan wakil-wakil dari swap partners yaitu CI dan KEHATI. Dalam pelaksanaannya, untuk memberikan keputusan-keputusan yang lebih transparan dan akurat maka keanggotaan OC ditambah dengan tiga anggota tidak tetap (designated member) dari lembaga-lembaga independen dengan masa jabatan 3 tahun. Sejak akhir tahun 2009, telah ditunjuk tiga lembaga untuk menjadi anggota tidak tetap OC yaitu Transparency International Indonesia, Indonesia Business Link dan Univerversitas Syiah Kuala. Oversight Committee memegang kewenangan tertinggi dalam pengelolaan dana hibah yang dalam pelaksanaan hariannya dibantu oleh Administrator dan merangkap sebagai Sekretariat OC (KEHATI).

Dana hibah untuk hutan Sumatera ini dirancang untuk meningkatkan upaya konservasi dan pengelolaan sumberdaya alam sekaligus membangun sumber mata pencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal dan sekitar hutan yang menggantungkan hidupnya pada sumberdaya hutan. Program prioritas TFCA Sumatera meliputi:

  1. Penetapan, restorasi, perlindungan dan pemeliharaan kawasan konservasi dan kawasan lindung lainnya;
  2. Pengembangan dan implementasi pengelolaan sumber daya alam yang berbasis ilmiah, termasuk praktek pengelolaan lahan dan ekosistem
  3. Program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas keilmuan, teknis dan pengelolaan bagi individu dan institusi dalam konservasi
  4. Restorasi, perlindungan atau pemanfaatan secara lestari spesies tumbuhan dan satwa
  5. Penelitian dan identifikasi tanaman obat untuk menanggulangi penyakit manusia dan meningkatkan kesehatan
  6. Pengembangan dan mendukung kehidupan masyarakat di sekitar hutan dengan memperhatikan perlindungan hutan tropis

TFCA-Sumatera menerapkan 13 kawasan konservasi sebagai kawasan prioritas penting yang perlu ditangani segera, yaitu:

  1. Bentang alam Kerumutan-Semenanjung Kampar-Senepis
  2. Kawasan Hutan Batang Toru dan Taman Nasional Batang Gadis
  3. Ekosistem Kerinci Seblat
  4. Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser
  5. Kawasan Hutan Bukit Barisan Selatan
  6. Sembilang-Berbak
  7. Taman Nasional Siberut dan Kepulauan Mentawai
  8. Ekosistem Tesso Nilo
  9. Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
  10. Taman Nasional Way Kambas
  11. DAS Toba Barat
  12. Dataran Rendah dan Hutan Tropis Angkola
  13. Hutan warisan Ulu Masen/ Seulawah.

Dana hibah TFCA Sumatera telah disalurkan sejak tahun 2010 dan saat ini TFCA-Sumatera telah memiliki 17 mitra dari 3 siklus hibah. Siklus hibah yang keempat direncanakan akan dibuka pada pertengahan tahun 2013.

Keterangan lebih lanjut Program TFCA-Sumatera dapat membuka situs www.tfcasumatera.org

dukung kehati