Yayasan KEHATI Apresiasi Jokowi Soal Strategi Penanganan Topeng Monyet - KEHATI
Artikel

Yayasan KEHATI Apresiasi Jokowi Soal Strategi Penanganan Topeng Monyet

01 November 2013

 

Seharusnya masyarakat prihatin melihat seekor monyet yang dipekerjakan pada topeng monyet. Jika dikaji lebih mendalam, proses pelatihan seekor monyet untuk menjadi pelakon topeng monyet yang “handal” perlu dilakukan dalam waktu yang cukup lama. “Biasanya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang masih berusia sangat muda, bahkan dipelihara dari usia bayi, kemudian dilatih dalam waktu yang lama. Hal ini sungguh sangat menyedihkan, karena untuk mendapatkan seekor anak monyet, sering kali perlu dilakukan dengan harus membunuh induknya,” jelas Dr. Sitompul;. Selain itu, monyet ekor panjang memiliki karakter berkelompok, sehingga dengan memisahkan seekor monyet kecil dengan kelompoknya, hal ini bisa menyebabkangangguan psikologis pada monyet tersebut.  

Lebih lanjut Dr. Sitompul menjelaskan, terlepas dari kontroversi yang ada dari sisi sosial dan ekonomi pada kegiatan topeng monyet, Yayasan KEHATI menilai strategi yang dilakukan oleh Jokowi sudah benar. Monyet ekor panjang yang sudah terbiasa digunakan untuk topeng monyet itu tidak langsung dilepaskan di kebun binatang tetapi melalui karantina dan vaksinasi terlebih dahulu. Seperti yang diketahui, secara genetik monyet ekor panjang memilki kesamaan DNA yang sangat dekat manusia (lebih 90% sama dengan DNA manusia). Bahkan beberapa penelitian terbaru menyebutkan bahwa salah satu jenis penyakit malaria (disebabkan oleh  parasit Plasmodium knowlesi) yang sebelumnya hanya diketahui spesifik ada pada monyet ekor panjang, kini sudah ditularkan kepada manusia. Selain malaria,  beberapa penyakit lain yang dapat ditularkan oleh monyet ekor panjang adalah rabies, dan virus herpes dan tuberculosis. Proses karantina dan vaksinasi mampu mereduksi kemungkinan ini.

Meskipun demikian, Dr. Sitompul mengingatkan bahwa enclosure atau kandang di kebun binatang harus dibuat semirip mungkin dengan kondisi habitat alaminya. “Artinya monyet sedapat mungkin tidak dikandangkan dalam kandang yang sempit,” ujarnya. Kemudian, monyet-monyet tersebut sedapat mungkin dibiarkan hidup berkelompok karena mereka punya aktivitas sosial dalam kelompok. Dari sisi makanan, disarankan tidak diberi makanan olahan, seperti nasi, susu, kacang rebus, dan lain lain. Usahakan memberikan makanan alamiah (buah-buahan) yang menjadi pakan utama monyet.

  • Artikel
  • Yayasan KEHATI Apresiasi Jokowi Soal Strategi Penanganan Topeng Monyet
dukung kehati