Yayasan KEHATI Tunjuk Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya Baru - KEHATI
Highlight

Yayasan KEHATI Tunjuk Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya Baru

08 Maret 2017

JAKARTA – Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) memilih ahli komunikasi berpengalaman untuk mengisi posisi Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya (KPSD). Terisinya posisi yang setidaknya setahun ini kosong tersebut diharapkan mampu memperkuat brand KEHATI, baik secara nasional maupun internasional.

“Saya berharap bisa berkarya dan memberikan warna lain kepada Kehati yang sudah memiliki brand yang sangat kuat baik di nasional maupun di Internasional soal pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Fardila Astari, Direktur KPSD Yayasan KEHATI yang baru, di sela-sela waktu kerjanya, Selasa 1 Maret 2017.

Sebelum bergabung di lembaga pemberi hibah ini, wanita yang menyelesaikan pendidikan tingkat lanjutanya di Universitas Indonesia itu sempat menjadi Direktur Komunikasi di sebuah lembaga networked think tank,  Pusat Transformasi Kebijakan Publik dan pernah mengelola sebuah public relation (PR) consultant bernama Access Communication.

Fardila yang memiliki banyak pengalaman di bidang PR dan komunikasi ini memilih KEHATI sebagai tempatnya berkreasi karena kematangan organisasi yang telah berdiri selama 23 tahun ini. Selain itu, sebagai lembaga grant making, KEHATI terbukti berhasil mengelola dana hibah lebih dari USD 150 juta, dan melalui dana tersebut dapat dikembangkan ribuan program yang mampu memberdayakan lebih dari 1.000 mitra di seluruh Indonesia .

Dari sisi inovasi, KEHATI telah memiliki segudang pengalaman, seperti menjadi ketua sementara Asia Pasific Trust Fund, Reksadana Kehati Lestari (RDKL) sebagai sebuah mekanisme investasi yang mendukung pelestarian lingkungan, indeks saham SRI (Sustainable Responsible Index) KEHATI dan menjadi pengelola Debt for Nature Swap (DNS) untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan.

“Selain itu, KEHATI juga berperan aktif dalam penandatanganan Voluntary Partnership Agreement on Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT–VPA) antara Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa terkait perdagangan kayu legal,” jelas Fardila soal alasannya bergabung bersama KEHATI.

Fardila berharap, KEHATI dengan sederet pengalaman dan inovasi yang telah dilakukannya mampu terus menjalin kerjasama tidak hanya dengan mitra –mitra lokal tetapi juga dengan pemerintah pusat sampai daerah, sektor swasta melalui program-program CSR, akademisi, dan lembaga donor Internasional. Hal ini akan diwujudkan dengan disusunnya Rencana Strategis (Renstra) KEHATI yang baru.

“Dengan pengalaman 23 tahun, KEHATI sudah memiliki strategi yang dituangkan dalam rencana strategis setiap lima tahunan. Saat ini, KEHATI dalam proses pengembangan misi dan strateginya untuk lima tahun ke depan, dan saya sangat antusias menjadi bagian dalam proses pengembangan strategi tersebut.” kata wanita yang sempat berkarir bersama Fortune PR ini.

  • Highlight
  • Yayasan KEHATI Tunjuk Direktur Komunikasi dan Penggalangan Sumber Daya Baru
dukung kehati