Peringati Hari Menanam Pohon Indonesia 2019, KEHATI dan KTLH Sangga Buana Tanam Kopi di Kali Pesanggrahan

  • Date:
    10 Dec 2019
  • Author:
    KEHATI

Jakarta-Yayasan KEHATI dan Kelompok Tani dan Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana menanam 2.000 bibit tanaman kopi Sangkuriang di DAS dan Hutan Kota Pesanggrahan, Jakarta (30/11). Alasan dipilihnya bibit tanaman kopi, yaitu selain merestorasi DAS, tanaman kopi bisa memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.

“Penanaman bibit kopi hari ini dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada 28 November 2019. Selain itu kita juga melibatkan mahasiswa pada kegiatan hari ini dengan tujuan, agar generasi muda tidak hanya melihat kopi sebagai tren, namun peranannnya dalam menjaga ekosistem sungai,”ungkap Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto.  

Menanam kopi di bantaran sungai menjadi menarik. Tidak semua jenis kopi dapat ditanam di pinggir sungai. Bibit kopi yang ditanam bernama Sangkuriang, kopi endemik Jawa Barat yang tumbuh di dataran rendah di ketinggian 400 mdpl. Tanaman kopi Sangkuriang banyak ditanam di daerah Garut Jawa Barat.   Selain di DAS, penanaman bibit kopi juga dilakukan di area lain di Hutan Kota Pesanggrahan. Penanaman kopi semakin memperkaya varietas tanaman yang sudah ada. Beberapa jenis tumbuhan yang sudah terdapat di area seluas 120 hektar ini antara lain, bambu, kecapi, jamblang, sukun, gondang, bintaro, durian, sirsak mawar, dan lain-lain.

Hutan Kota Pesanggrahan diharapkan dapat menjadi etalase tanaman lokal dan pembelajaran tentang pelestarian keanekaragaman hayati bagi masyarakat Jakarta, terutama generasi muda. Selain menanam bibit kopi, peserta juga diajak tur Hutan Kota Pesanggrahan Pesanggrahan, dipandu oleh babeh Idin, panggilan akrab H. Chaerudin. Peserta diajak untuk melihat pengelolaan sampah dan peternakan madu trigona/klanceng.

“Saya berharap program konservasi tidak hanya memberikan dampak secara ekologi, namun juga bisa memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat. Penanaman kopi melengkapi peternakan ikan, dan madu yang sudah ada,” tutur Ketua KTLH Sangga Buana H. Cherudin.   Selain itu, hutan kota yang ada menjadi ajang pembelajaran kepada masyarakat, terutama generasi muda. “Itulah alasan peserta terbanyak hari ini adalah siswa sekolah dan mahasiswa dari berbagai universitas. Kami telah mengundang dan berharap lebih dari 100 siswa dan mahasiswa terlibat dalam penanaman, ” tutur Ketua KTLH Sangga Buana H. Cherudin.

Tentang Yayasan KEHATI

Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) sejak 12 Januari 1994 berdiri untuk menghimpun dan mengelola sumberdaya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan.

Keberadaan KEHATI erat kaitannya dengan komitmen Indonesia dalam melaksanakan Konvensi Keanekaragaman Hayati, yang dihasilkan dari KTT Bumi di Rio de Janeiro pada tahun 1992 dan Deklarasi Tokyo tahun 1993. Sesuai dengan kesepakatan dalam Deklarasi Tokyo, Pemerintah Amerika Serikat memberikan dukungan untuk konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia, yang selanjutnya menjadi cikal bakal keberadaan organisasi KEHATI. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dana cadangan abadi (endowment fund), yang selanjutnya diputar di pasar modal dalam bentuk saham dan obligasi.

Hasil dari perputaran dana ini diperoleh imbalan yang dipakai untuk membiayai program bantuan hibah yang dilaksanakan oleh mitra KEHATI. Bantuan KEHATI dapat berbentuk dana hibah, tenaga ahli, konsultasi dan berbagai bentuk fasilitasi bagi kegiatan LSM, KSM, lembaga penelitian, pendidikan dan pelatihan serta berbagai organisasi dan komponen masyarakat madani yang memiliki program dan kegiatan sejalan dengan program KEHATI, pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati secara adil dan berkelanjutan.

Berbagai bentuk kerjasama dijalin dengan lembaga-lembaga yang dapat mendukung misi KEHATI, seperti pemerintah pusat dan daerah, komunitas bisnis, perguruan tinggi, LSM/KSM, asosiasi profesi, maupun media massa.